Bus Terbakar Tewaskan 23 Siswa dan Guru Thailand, Sopirnya Ditangkap

Kamis, 03 Oktober 2024 - 15:36 WIB
Pekerjaan pemulihan dan konfirmasi jumlah korban tewas telah tertunda sebelumnya karena kendaraan yang terbakar, yang berbahan bakar gas alam, masih terlalu panas untuk dimasuki selama berjam-jam.

Keluarga korban dibawa dari Uthai Thani dengan mobil van ke departemen forensik di Rumah Sakit Umum Kepolisian di Bangkok pada hari Rabu untuk memberikan sampel DNA mereka guna proses identifikasi.

Kornchai Klaiklung, asisten kepala Kepolisian Kerajaan Thailand, mengatakan kepada wartawan bahwa tim forensik bekerja secepat mungkin untuk mengidentifikasi para korban.

Pengemudi, yang diidentifikasi oleh polisi sebagai Saman Chanput, menyerahkan diri pada Selasa malam beberapa jam setelah kebakaran.

Pihak kepolisian mengatakan mereka telah mendakwanya dengan tuduhan mengemudi secara gegabah yang menyebabkan kematian dan cedera, tidak berhenti untuk membantu orang lain, dan tidak melaporkan kecelakaan tersebut.

Pengemudi tersebut mengatakan kepada penyidik bahwa dia mengemudi dengan normal hingga bus tersebut kehilangan keseimbangan pada ban kanan depan, menabrak mobil lain, dan menggesek pembatas jalan raya beton, yang menyebabkan percikan api yang menyulut api. Demikian disampaikan Chayanont Meesati, wakil kepala polisi daerah setempat, kepada wartawan.

Pengemudi tersebut, kata Chayanont, mengatakan dia berlari untuk mengambil alat pemadam kebakaran dari bus lain yang melakukan perjalanan yang sama tetapi dia tidak dapat memadamkan api, dan melarikan diri karena dia panik.

Polisi mengatakan mereka juga sedang menyelidiki apakah perusahaan bus tersebut mematuhi semua standar keselamatan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!