Penjualan Obat Penenang di Israel Meningkat 204% sejak Perang Gaza

Rabu, 02 Oktober 2024 - 16:15 WIB
Baca Juga: Tunjukkan Solidaritas, Houthi Luncurkan Rudal ke Tel Aviv

Studi tersebut mengamati karakteristik sosio-demografis seperti usia, jenis kelamin, area tempat tinggal, dan status sosial ekonomi, serta membahas pola penggunaan obat selama 19 tahun terakhir, termasuk 7 Oktober, dengan memeriksa jumlah pembelian obat anti-kecemasan.

Studi tersebut menunjukkan bahwa risiko pembelian obat penenang jangka pendek selama operasi keamanan adalah 14 persen lebih tinggi daripada pada waktu normal. Selama Perang Lebanon Kedua, pembelian obat penenang di kalangan penduduk di wilayah utara adalah 39 persen lebih tinggi daripada di kalangan penduduk di wilayah tengah.

Selama operasi militer di wilayah selatan, terjadi peningkatan sebesar 18 persen dalam pembelian obat anti-kecemasan dibandingkan dengan penduduk di wilayah tengah.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!