Hizbullah Bersumpah Lanjutkan Perang Melawan Israel setelah Kematian Hassan Nasrallah

Sabtu, 28 September 2024 - 20:21 WIB
Sistem Iron Dome Israel akan kewalahan. Bandara utama Israel dapat rusak parah. Dan ratusan ribu orang dapat kehilangan aliran listrik.

Namun, saat Israel meningkatkan konflik selama 11 hari terakhir, dimulai dengan meledaknya ribuan pager Hizbullah dan berpuncak pada terbunuhnya pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah, tidak satu pun dari itu terjadi.

Hizbullah telah menembakkan beberapa ratus roket per hari sebagai tanggapan, tetapi belum mendekati pembalasan besar seperti yang diantisipasi pejabat Israel — setidaknya belum.

Mengapa tidak ada tanggapan berskala besar? Pejabat Israel yakin bahwa respons Hizbullah yang luar biasa belum terwujud karena dua alasan utama: Hampir semua komandan senior Hizbullah telah tewas, sehingga struktur komando dan kendalinya menjadi kacau; dan serangan udara Israel telah melemahkan sebagian besar infrastruktur operasional yang akan digunakan Hizbullah untuk melakukan pembalasan yang signifikan.

Baca Juga: Hamas Berduka atas Terbunuhnya Pemimpin Hizbullah yang Selalu Dukung Palestina

Pejabat Israel mengatakan struktur komando Hizbullah telah hancur dan organisasinya menjadi kacau. Dan serangkaian 1.600 serangan udara pada hari Senin — diikuti oleh serangan tambahan dalam beberapa hari terakhir — telah menghantam depot senjata dan posisi peluncuran rudal yang dapat digunakan untuk melakukan serangan berskala besar dan serentak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!