Kutuk Israel, China Dukung Lebanon Lindungi Kedaulatan dan Keamanan
Selasa, 24 September 2024 - 17:30 WIB
Menurut diplomat tinggi China tersebut, hukum kekerasan hanya dapat menghancurkan perdamaian, dan prinsip "kekerasan untuk menahan kekerasan" tidak akan menyelesaikan konflik Timur Tengah, tetapi hanya akan mengarah pada bencana kemanusiaan yang lebih besar.
Dia menambahkan, situasi terkini di kawasan itu merupakan manifestasi dari meluasnya konflik di Gaza, dan menganjurkan penerapan rencana "Dua Negara untuk Dua Bangsa".
Menlu China juga menyampaikan harapan Beirut akan mengambil langkah-langkah efektif untuk melindungi keselamatan warga China di Lebanon.
Pesawat Israel mulai melakukan serangan besar-besaran terhadap permukiman di selatan dan timur Lebanon pada Senin pagi.
Puluhan desa dan sejumlah permukiman regional diserang. Para pejuang gerakan Syiah Lebanon, Hizbullah, pada gilirannya, meluncurkan puluhan roket ke arah Israel utara.
Pemerintah Lebanon telah meminta PBB campur tangan dan menghentikan agresi Israel. Eskalasi terbaru, dengan meningkatnya intensitas penembakan dari kedua belah pihak, terjadi setelah ledakan besar sarana komunikasi di berbagai bagian Lebanon pada 17 dan 18 September, menewaskan puluhan orang dan melukai hampir 3.000 orang.
Dia menambahkan, situasi terkini di kawasan itu merupakan manifestasi dari meluasnya konflik di Gaza, dan menganjurkan penerapan rencana "Dua Negara untuk Dua Bangsa".
Menlu China juga menyampaikan harapan Beirut akan mengambil langkah-langkah efektif untuk melindungi keselamatan warga China di Lebanon.
Pesawat Israel mulai melakukan serangan besar-besaran terhadap permukiman di selatan dan timur Lebanon pada Senin pagi.
Puluhan desa dan sejumlah permukiman regional diserang. Para pejuang gerakan Syiah Lebanon, Hizbullah, pada gilirannya, meluncurkan puluhan roket ke arah Israel utara.
Pemerintah Lebanon telah meminta PBB campur tangan dan menghentikan agresi Israel. Eskalasi terbaru, dengan meningkatnya intensitas penembakan dari kedua belah pihak, terjadi setelah ledakan besar sarana komunikasi di berbagai bagian Lebanon pada 17 dan 18 September, menewaskan puluhan orang dan melukai hampir 3.000 orang.
Lihat Juga :