Lebanon Nyatakan Perang Lawan Israel, Jet Zionis Bombardir Basis Hizbullah

Jum'at, 20 September 2024 - 07:16 WIB
Dia menegaskan bahwa Lebanon sedang berperang dengan Israel. "Perang ini dimulai sekitar 11 bulan lalu dan berdampak pada rakyat kami di selatan tempat rumah-rumah mereka dihancurkan," katanya.

Mikati merujuk pada baku tembak rutin antara Hizbullah dan militer Israel di perbatasan, serta serangan udara negara Yahudi itu ke wilayah Lebanon yang dimulai setelah serangan kelompok perlawanan Palestina; Hamas, ke Israel pada 7 Oktober 2023.

Perdana menteri itu kembali menyalahkan Israel atas ledakan perangkat elektronik tersebut, dengan mengeklaim bahwa seluruh sejarah negara Yahudi itu selama 75 tahun terakhir adalah kriminal.

"Kita menghadapi musuh yang mengabaikan semua hukum internasional dan kemanusiaan, dan pertanyaannya adalah--dapatkah ini terus berlanjut? Di mana PBB, yang misi utamanya adalah menyebarkan perdamaian?" tanya Mikati.

Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah mengatakan Israel telah melakukan pembantaian dengan meledakkan ribuan pager di seluruh Lebanon.

Dalam pidatonya, Nasrallah menuduh Israel melakukan pembantaian tanpa memperhatikan korban sipil.

"Ini adalah terorisme belaka. Kami akan menyebutnya pembantaian Selasa dan pembantaian Rabu. Ini adalah kejahatan perang atau setidaknya deklarasi perang,” kata Nasrallah.

Memperhatikan bahwa beberapa perangkat telah meledak di sekolah, rumah sakit, dan bangunan tempat tinggal, pemimpin Hizbullah mengatakan operasi itu telah melewati “semua batasan dan garis merah.”

“Tidak diragukan lagi bahwa kami menderita pukulan keamanan dan kemanusiaan yang besar, yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah perlawanan kami,” kata Nasrallah.

“Kami telah terpukul keras, tetapi ini adalah keadaan perang, dan kami memahami bahwa musuh memiliki keunggulan teknologi.”
Halaman :
tulis komentar anda
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Video Rekomendasi
Berita Terkait
Rekomendasi
Terpopuler
Berita Terkini More