Mengapa Rudal Hipersonik Houthi Jadi Masalah Besar bagi Iron Dome Israel?
Minggu, 15 September 2024 - 22:55 WIB
Sebelumnya, juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, telah menggelar konferensi pers, membahas serangan rudal hari ini yang menembus pertahanan Israel, yang menurut tentara Israel mendarat di area terbuka.
Saree mengatakan operasi tersebut menggunakan rudal balistik hipersonik baru, yang tidak dapat dicegat.
Baca Juga: Pernah Memukul Gadis, Anak Putri mahkota Norwegia Ditangkap Polisi
Ia memperingatkan Israel tentang operasi yang lebih signifikan menjelang peringatan pertama serangan Hamas pada 7 Oktober.
Sementara itu, tentara Israel mengatakan rudal dari Yaman ‘kemungkinan terpecah-pecah’ di udara. Beberapa upaya intersepsi dilakukan oleh sistem pertahanan udara Arrow dan Iron Dome, katanya, dengan “hasil” dan seluruh insiden saat ini sedang ditinjau.
Saree mengatakan operasi tersebut menggunakan rudal balistik hipersonik baru, yang tidak dapat dicegat.
Baca Juga: Pernah Memukul Gadis, Anak Putri mahkota Norwegia Ditangkap Polisi
3. Dua Juta Warga Israel Lari Terbirit-birit
Menurut Saree, rudal tersebut menempuh jarak 2.040 km (1.268 mil) dalam waktu 11 setengah menit, menyebabkan dua juta warga Israel mengungsi ke tempat perlindungan "untuk pertama kalinya dalam sejarah musuh".Ia memperingatkan Israel tentang operasi yang lebih signifikan menjelang peringatan pertama serangan Hamas pada 7 Oktober.
Sementara itu, tentara Israel mengatakan rudal dari Yaman ‘kemungkinan terpecah-pecah’ di udara. Beberapa upaya intersepsi dilakukan oleh sistem pertahanan udara Arrow dan Iron Dome, katanya, dengan “hasil” dan seluruh insiden saat ini sedang ditinjau.
Lihat Juga :