Pelari Uganda Dibakar Pacarnya setelah Berkencan, Ternyata Itu Bukan Kasus Pertama

Sabtu, 14 September 2024 - 18:01 WIB
Serangan bensin yang mengerikan itu mengejutkan banyak orang dan memperkuat seruan untuk melindungi pelari wanita yang menghadapi eksploitasi dan pelecehan di negara Afrika Timur itu.

Jenazah Cheptegei dikembalikan ke Uganda pada hari Jumat dalam prosesi yang menyedihkan menyusul pawai jalanan oleh puluhan aktivis di kota Eldoret, Kenya barat, yang menuntut diakhirinya kekerasan fisik terhadap atlet wanita.

Cheptegei, yang berusia 33 tahun, adalah atlet wanita keempat yang dibunuh oleh pasangannya di Kenya dalam pola kekerasan berbasis gender yang mengkhawatirkan dalam beberapa tahun terakhir. Tingginya angka kekerasan terhadap wanita di Kenya telah memicu beberapa pawai tahun ini.

Pejabat Uganda mengutuk serangan itu, menuntut keadilan bagi Cheptegei. Ibu negara Janet Museveni, yang juga menjabat sebagai menteri pendidikan dan olahraga Uganda, menggambarkan serangan itu sebagai "sangat mengganggu."

Baca Juga: Anggota DPR Israel: Tentara Zionis Berbohong tentang Kemenangan atas Hamas
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!