PM China Li Qiang Temui Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, Ini yang Dibahas
Kamis, 12 September 2024 - 11:19 WIB
Arab Saudi khawatir bahwa gelombang produk-produk China berbiaya rendah yang diharapkan dapat diproduksi di dalam negeri akan merusak agenda industrinya, kata sumber-sumber tersebut.
China dan GCC, yang juga mencakup Qatar, Kuwait, Oman, dan Bahrain, memulai perundingan perdagangan bebas hampir 20 tahun yang lalu.
Li mengatakan kedua pihak harus lebih memperluas skala perdagangan bilateral, memperdalam kerja sama di berbagai bidang mulai dari minyak dan gas, petrokimia, dan infrastruktur hingga bidang-bidang yang sedang berkembang seperti energi baru dan ekonomi hijau, menurut pernyataan dari Kementerian Luar Negeri China.
Arab Saudi bersedia bekerja sama erat dengan China dalam urusan multilateral untuk menjaga perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan dan secara global, kata Li menurut kementerian tersebut.
Li, lanjut kemeneterian itu, kemudian tiba di Abu Dhabi pada Rabu malam, di mana dia dijadwalkan bertemu dengan Wakil Presiden dan Perdana Menteri Uni Emirat Arab Mohammed bin Rashid al-Maktoum.
China dan GCC, yang juga mencakup Qatar, Kuwait, Oman, dan Bahrain, memulai perundingan perdagangan bebas hampir 20 tahun yang lalu.
Li mengatakan kedua pihak harus lebih memperluas skala perdagangan bilateral, memperdalam kerja sama di berbagai bidang mulai dari minyak dan gas, petrokimia, dan infrastruktur hingga bidang-bidang yang sedang berkembang seperti energi baru dan ekonomi hijau, menurut pernyataan dari Kementerian Luar Negeri China.
Arab Saudi bersedia bekerja sama erat dengan China dalam urusan multilateral untuk menjaga perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan dan secara global, kata Li menurut kementerian tersebut.
Li, lanjut kemeneterian itu, kemudian tiba di Abu Dhabi pada Rabu malam, di mana dia dijadwalkan bertemu dengan Wakil Presiden dan Perdana Menteri Uni Emirat Arab Mohammed bin Rashid al-Maktoum.
(mas)
Lihat Juga :