Kamala Harris dan Donald Trump Salaman di Memorial 9/11 usai Debat Panas

Kamis, 12 September 2024 - 10:13 WIB
Trump sebagian besar telah menarik basisnya sendiri, dengan peringatan apokaliptik tentang penjahat migran dan melukiskan gambaran gelap sebuah negara yang sedang "menurun" yang hanya bisa diselamatkannya.

Dalam unggahan media sosial yang mengancam pada akhir pekan, Trump berjanji akan mengadili para donatur Demokrat, pengacara, dan pejabat pemilu yang terlibat dalam perilaku yang dianggapnya "tidak bermoral" pada bulan November.

Dia memanfaatkan debat pada hari Selasa untuk memperkuat klaim palsunya tentang kecurangan pemilu tahun 2020.

Di New York pada hari Rabu, Biden menyaksikan Harris dan Trump saling menyapa lagi, dengan ketiganya mengenakan pita peringatan berwarna biru.

Mereka menyaksikan nama-nama hampir 3.000 korban serangan 9/11 dibacakan.

"Kami berdiri dalam solidaritas dengan keluarga dan orang-orang terkasih mereka. Kami juga menghormati kepahlawanan luar biasa yang ditunjukkan pada hari yang menentukan itu oleh warga Amerika biasa yang membantu sesama warga Amerika," kata Harris dalam sebuah pernyataan.

Pada hari Kamis, Harris dijadwalkan menuju North Carolina—salah satu dari segelintir negara bagian yang diperkirakan akan menentukan hasil pemilu, di mana dia telah menghapus keunggulan enam poin Trump untuk menyamakan kedudukan.

Trump akan naik panggung di Tucson, Arizona pada hari Kamis dengan fokus pada ekonomi AS yang sedang berjuang dan meningkatnya biaya perumahan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!