Profil Ilan Pappe, Sejarawan Israel yang Prediksi Zionis Runtuh Sebentar Lagi

Senin, 09 September 2024 - 20:55 WIB
Saat ini, ia dianggap sebagai salah satu perwakilan utama “Sejarawan Israel Baru”, generasi baru sarjana yang telah secara mendalam mengubah cara kita memandang Israel dan hubungannya dengan dunia Arab.

3. Pernah Ditangkap FBI karena Mendukung Hamas

Sejarawan Israel Profesor Ilan Pappe menyatakan bahwa ia diinterogasi oleh FBI selama dua jam di Bandara Metropolitan Detroit di AS atas tuduhan sebagai "pendukung Hamas," pada Mei 2024.

Pappe menulis tentang pengalamannya di profil Facebook-nya dengan mengatakan bahwa ia diinterogasi selama dua jam oleh dua agen FBI, yang mana teleponnya disita.

"Kedua pria itu tidak kasar atau tidak sopan, harus saya katakan, tetapi pertanyaan mereka benar-benar tidak masuk akal! Apakah saya pendukung Hamas? Apakah saya menganggap tindakan Israel di Gaza sebagai genosida? Apa solusi untuk "konflik" ini (serius, ini yang mereka tanyakan!)," kata Pappe.

Ia menambahkan bahwa FBI menanyakan tentang teman-teman Arab dan Muslimnya di AS dan sifat hubungannya dengan mereka. Para agen juga menghabiskan banyak waktu di telepon dengan orang-orang yang Pappe duga adalah pejabat Israel.

Pappe menyebutkan bahwa ia diizinkan pergi setelah semua informasi di teleponnya disalin.

"Kabar baiknya adalah - tindakan seperti ini oleh AS atau negara-negara Eropa yang dilakukan di bawah tekanan dari lobi pro-Israel atau Israel sendiri berbau kepanikan dan keputusasaan belaka sebagai reaksi terhadap Israel yang akan segera menjadi negara paria dengan semua implikasi dari status tersebut," tambahnya.

4. Menyebut Perang Gaza sebagai Akhir Proyek Zionis

Pada tanggal 8 Maret, Profesor Ilan Pappe telah menghadiri di Komisi Hak Asasi Manusia Islam, yang berpusat di Inggris, bahwa serangan Israel terhadap Gaza dapat mewakili "momen tergelap dalam sejarah Palestina," menambahkan: "Apa yang terjadi akan dikenang sebagai awal dari berakhirnya proyek Zionis."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!