Ukraina Kerahkan Drone Naga yang Mampu Menjatuhkan Cairan Berbahaya

Minggu, 08 September 2024 - 18:05 WIB
CNN melaporkan thermite adalah campuran bubuk aluminium dan oksida besi yang terbakar pada suhu hingga 2.200 derajat Celsius (4.000 derajat Fahrenheit). Amunisi tersebut dapat merobek logam atau dengan cepat menghancurkan tumbuhan yang menjadi tempat berlindung bagi pasukan.

Senjata pembakar seperti thermite, napalm, dan fosfor putih tidak dilarang untuk pertempuran berdasarkan hukum internasional.

Baca Juga: Siapa Margarita Simonyan? Kepala Propaganda Presiden Putin yang Dijatuhi Sanksi oleh AS

Thermite awalnya dikembangkan oleh ahli kimia Jerman Hans Goldschmidt pada tahun 1890-an untuk keperluan sipil, tetapi akhirnya digunakan "dengan efek yang mengerikan" dalam kedua Perang Dunia, menurut media tersebut.

Selama Perang Dunia II, baik Nazi maupun Sekutu mengandalkan bom termit, yang sebagian besar dijatuhkan pada malam hari karena ketepatan tidak diperlukan. Amunisi pembakar tersebut menyebabkan kerusakan besar di banyak kota selama konflik karena penggunaannya sering mengakibatkan kebakaran besar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!