Menteri Ukraina Ramai-ramai Mundur saat Perang Lawan Rusia Berkecamuk

Kamis, 05 September 2024 - 15:09 WIB
Pada hari Rabu, Zelensky bertemu dengan anggota Parlemen dari partainya "Pelayan Rakyat", dan pemimpin kelompok pParlemen tersebut mengatakan bahwa mereka yang hadir mendukung seruan presiden untuk perombakan dalam jajaran pemerintahan.

"Berdasarkan hasil pertemuan fraksi, gambaran umum tentang rotasi personel disusun untuk memperkuat negara," tulis pemimpin fraksi David Arakhamia di aplikasi perpesanan Telegram.

Dalam daftar kandidat yang dipertimbangkan oleh para deputi untuk menggantikan menteri yang mengundurkan diri adalah Wakil Menteri Luar Negeri Pertama Andrii Sybiha sebagai calon pengganti Kuleba.

Para analis mengatakan bahwa perombakan pemerintahan telah direncanakan sejak lama tetapi ditunda karena Zelensky telah fokus pada pembicaraan dengan mitra-mitra Barat Kyiv untuk mengamankan bantuan militer dan keuangan.

"Ini adalah perombakan personel pemerintahan yang direncanakan," kata Volodymyr Fesenko, seorang analis politik yang berbasis di Kyiv.

"Sekarang separuh pemerintahan akan diperbarui. Ini gaya Zelensky. Dia yakin menteri baru membawa energi baru, pendekatan baru, bekerja lebih aktif. Dia mengharapkan efek ini."

Fesenko tidak mengharapkan perubahan kebijakan luar negeri yang besar setelah pengunduran diri Kuleba.

Sementara itu, Rusia mengatakan bahwa perubahan pemerintahan di Ukraina tidak akan memengaruhi proses negosiasi perdamaian dengan cara apa pun, meskipun pembicaraan semacam itu tampaknya masih jauh dari harapan karena kedua pihak yang bertikai masih jauh dari tujuan mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!