7 Pengunduran Diri Pejabat Militer Israel, Mayoritas Dipicu Kegagalan Mengalahkan Hamas

Rabu, 04 September 2024 - 23:55 WIB
Komandan Unit 8200, unit pengumpulan data terbesar tentara Israel, Brigadir Jenderal Yossi Shariel, bermaksud mengumumkan pengunduran dirinya dalam beberapa minggu mendatang sebagai tanggapan atas kritik yang ditujukan kepadanya terkait kegagalan intelijen pada 7 Oktober.

7. Kepala Angkatan Darat Militer Israel, Tamir Yadai



Foto/AP

Kepala Angkatan Darat Militer Israel, Tamir Yadai, mengundurkan diri karena "alasan pribadi" setelah ia menjabat selama tiga tahun. Menurut Radio Angkatan Darat Israel, ia diharapkan untuk mengajukan pencalonannya untuk "jabatan penting" dalam angkatan darat.

Pengunduran diri tersebut meluas ke luar angkatan darat hingga ke Kabinet Israel, yang menyaksikan pengunduran diri pejabat nonmiliter yang paling terkemuka.

Pada tanggal 6 Juni, Menteri Kabinet Perang Israel Benny Gantz dan pengamat Kabinet Perang Gadi Eisenkot mengundurkan diri dari pemerintahan persatuan darurat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Melansir Anadolu, Gantz dan Eisenkot, keduanya anggota partai Persatuan Nasional, bergabung dengan pemerintahan Netanyahu setelah konflik Israel-Hamas meletus, yang mengarah pada pembentukan pemerintahan darurat, yang kemudian membentuk Kabinet Perang.

Pengunduran diri ini terjadi saat Israel melanjutkan serangan dahsyatnya di Jalur Gaza, yang telah menewaskan hampir 40.800 orang, sebagian besar wanita dan anak-anak, dan melukai lebih dari 94.200 orang lainnya sejak serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober tahun lalu.

Tentara Israel juga terlibat dalam pertukaran serangan lintas batas setiap hari dengan kelompok Lebanon Hizbullah.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!