Pakar Moskow: Rusia-NATO Telah Perang, Serang AS dan Inggris dengan Nuklir!

Senin, 19 Agustus 2024 - 08:28 WIB
"Jika kita ingin mengakhiri perang ini, kita perlu menghancurkan Angkatan Bersenjata Ukraina sepenuhnya. Bukan kekalahan, tetapi kehancuran total. Bukan menahan mereka sebagai tawanan. Harus ada mayat, tumpukan mayat!" kata Krapivnik selama wawancaranya.

"Rusia sudah berperang dengan NATO. Beri mereka pilihan atau terus maju dan serang," ujarnya, yang dilansir Newsweek, Senin (19/8/2024).

Pada 6 Agustus, pasukan Ukraina melancarkan invasi balik ke wilayah Kursk, Rusia, berhasil menekan wilayah Kursk dan Belgorod selama dua minggu terakhir—menandai serangan terbesar Kyiv di tanah Rusia sejak Perang Dunia II.

Daerah tersebut merupakan lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Kursk, yang merupakan produsen listrik utama bagi Rusia.

Pada hari Sabtu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menuduh pasukan Ukraina tengah mempersiapkan diri untuk menyerang fasilitas tersebut.

Para pejabat Ukraina membantah tuduhan tersebut kepada Reuters, dan menganggapnya sebagai propaganda "gila".

Namun, Krapivnik menegaskan kembali gagasan tersebut dan berkata: "Ini adalah serangan dengan bahan nuklir, yang mencoba menyebabkan ledakan nuklir pada reaktor di wilayah Rusia."

Baca Juga: Senjata Nuklir Pemusnah Umat Manusia tapi Diberkati Gereja Rusia, Ini Alasannya

"Ini adalah provokasi langsung yang menuntut pemusnahan Kyiv dari muka Bumi," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!