Pemukim Israel Bertopeng Bantai Warga Palestina di Tepi Barat

Jum'at, 16 Agustus 2024 - 18:45 WIB
Hamas dan Jihad Islam Palestina menyerukan warga Palestina di Tepi Barat untuk melawan kekerasan pemukim Israel setelah serangan tersebut.

Duta Besar Amerika Serikat (AS( untuk Israel, Jack Lew, mengatakan dia "terkejut" oleh insiden tersebut.

"Serangan-serangan ini harus dihentikan dan para penjahat harus dimintai pertanggungjawaban," tulis dia di X.

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan para pemukim akan dimintai pertanggungjawaban, dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant menyebut serangan itu "kerusuhan yang brutal dan radikal".

Dalam perubahan nada yang mengejutkan, Menteri Keuangan sayap kanan Israel, Bezalel Smotrich, menyebutnya "kekerasan kriminal dan anarkis".

Smotrich, yang tinggal di permukiman ilegal dan sering mendorong kekerasan terhadap warga Palestina, mengatakan, “Para pelaku serangan Jit adalah penjahat yang harus ditangani oleh otoritas penegak hukum dengan hukuman seberat-beratnya."

Permukiman Israel di Tepi Barat ilegal menurut hukum internasional. Para pemukim secara teratur melakukan serangan terhadap warga Palestina di wilayah yang diduduki, sering kali di bawah perlindungan militer Israel.

Serangan-serangan ini meningkat setelah pecahnya perang di Gaza.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!