Diplomat Palestina Bandingkan Pemboman Hiroshima dan Genosida Israel di Gaza
Rabu, 07 Agustus 2024 - 10:32 WIB
Jepang tidak mengakui Negara Palestina, tetapi menjadi tuan rumah Misi Umum Palestina di Tokyo.
“Keberadaan kami dirusak oleh cengkeraman penindasan Israel yang mencekik, dan penderitaan yang kami hadapi adalah akibat langsung dari penindasan yang kejam selama puluhan tahun,” ujar Siam kepada para aktivis perdamaian yang berkumpul di Hiroshima.
Namun, dia mengatakan rakyatnya “tidak akan meninggalkan” Gaza.
“Kami tangguh, ini tanah kami dan tidak ada kekuatan yang dapat memaksa kami keluar dari tanah kami. Kami akan melawan untuk mengakhiri Pendudukan militer yang buruk ini,” tegas dia.
Memperhatikan bagaimana para penyintas pemboman Hiroshima “menjadi saksi kengerian yang tak terkatakan”, Siam mengatakan, “Kami juga menanggung luka-luka dari kampanye tanpa henti untuk menghapus kami.”
Para penyintas pemboman dikenal sebagai “Hibakusha”.
Tanpa menyebutkan kehadiran perwakilan Israel di acara tersebut, diplomat Palestina tersebut menyatakan “kekecewaan dan frustrasi yang mendalam bahwa kota Hiroshima, simbol perdamaian, telah memilih untuk dibajak oleh para penindas dan pendukung mereka sambil mengecualikan para korban.”
“Keberadaan kami dirusak oleh cengkeraman penindasan Israel yang mencekik, dan penderitaan yang kami hadapi adalah akibat langsung dari penindasan yang kejam selama puluhan tahun,” ujar Siam kepada para aktivis perdamaian yang berkumpul di Hiroshima.
Namun, dia mengatakan rakyatnya “tidak akan meninggalkan” Gaza.
“Kami tangguh, ini tanah kami dan tidak ada kekuatan yang dapat memaksa kami keluar dari tanah kami. Kami akan melawan untuk mengakhiri Pendudukan militer yang buruk ini,” tegas dia.
Memperhatikan bagaimana para penyintas pemboman Hiroshima “menjadi saksi kengerian yang tak terkatakan”, Siam mengatakan, “Kami juga menanggung luka-luka dari kampanye tanpa henti untuk menghapus kami.”
Para penyintas pemboman dikenal sebagai “Hibakusha”.
Tanpa menyebutkan kehadiran perwakilan Israel di acara tersebut, diplomat Palestina tersebut menyatakan “kekecewaan dan frustrasi yang mendalam bahwa kota Hiroshima, simbol perdamaian, telah memilih untuk dibajak oleh para penindas dan pendukung mereka sambil mengecualikan para korban.”
Lihat Juga :