Hamas Tunjuk Yahya Sinwar sebagai Pemimpin Baru setelah Pembunuhan Ismail Haniyeh

Rabu, 07 Agustus 2024 - 02:36 WIB
Sinwar menjalani hukuman 23 tahun karena memimpin aparat keamanan internal pertama kelompok itu, Majd, yang menargetkan dan membunuh warga Palestina yang diduga bekerja sama dengan Israel.

Pada tahun 2011, dia dibebaskan bersama 1.047 tahanan Palestina dengan imbalan tentara Israel Gilad Shalit, yang diculik pejuang Palestina dalam serangan lintas batas pada tahun 2006.

Sinwar, mantan komandan sayap militer Hamas, kembali ke jabatannya sebagai pemimpin terkemuka di Hamas dan terpilih sebagai kepala kantor politik Hamas di Gaza pada tahun 2017, menggantikan Haniyeh yang menjabat pada saat itu.

Pada tahun 2021, dia terpilih kembali untuk masa jabatan empat tahun lagi sebagai kepala Hamas di Gaza.

Keputusan itu diambil setelah Haniyeh terbunuh di Teheran pada tanggal 31 Juli. Haniyeh telah melakukan perjalanan ke Iran untuk menghadiri upacara pelantikan Masoud Pezeshkian, presiden baru Iran, dan tinggal di kediaman veteran perang tempat dia dilaporkan terkena "proyektil".

Pemimpin Hamas lainnya yang dianggap sebagai pengganti potensial Haniyeh adalah Khaled Meshaal, Khalil al-Hayya, Mousa Abu Marzouk, Mohammed Deif, dan Marwan Issa.

Tidak seperti Haniyeh, yang menghabiskan waktu perang Israel di Gaza di luar daerah kantong yang dikepung itu, Sinwar telah berada di dalam Gaza tempat dia terus-menerus menjadi target militer Israel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!