Kronologi Demo Berdarah Bangladesh hingga PM Sheikh Hasina Kabur

Selasa, 06 Agustus 2024 - 08:40 WIB
Putusan tersebut tidak memenuhi tuntutan para pengunjuk rasa untuk menghapus reservasi pekerjaan bagi anak-anak "pejuang kemerdekaan" dari perang kemerdekaan Bangladesh tahun 1971.

4 Agustus 2024: Militer Berpihak pada Demonstran



Ratusan ribu orang bentrok dengan pendukung pemerintah lagi, yang mengakibatkan 68 kematian, termasuk 14 petugas polisi.

Mantan panglima militer Jenderal Ikbal Karim Bhuiyan mendesak pemerintah untuk menarik pasukan dan mengutuk pembunuhan tersebut.

Kepala Angkatan Bersenjata saat ini, Jenderal Waker-uz-Zaman, menyatakan angkatan bersenjata “selalu mendukung rakyat”.

5 Agustus 2024: PM Hasina Mundur dan Kabur



Para pemimpin kampanye pembangkangan sipil menyerukan para pendukungnya untuk berbaris di Dhaka untuk melakukan “unjuk rasa terakhir”.

Konfrontasi yang meningkat dengan pemerintah menyebabkan Perdana Menteri Sheikh Hasina mengundurkan diri dan melarikan diri dari ibu kota, Dhaka.

Hasina melarikan diri dengan helikopter militer menuju India. Bangladesh kini dikuasai militer, yang mengumumkan revolusi.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!