Mali Putuskan Hubungan dengan Ukraina, Buntut Pembantaian 84 Tentara Bayaran Rusia

Senin, 05 Agustus 2024 - 08:54 WIB
Itu menjadi kekalahan terberat Wagner Group sejak turun tangan dua tahun lalu untuk membantu otoritas militer Mali memerangi kelompok pemberontak.

Namun, juru bicara Badan Intelijen Militer Ukraina (GUR) Andriy Yusov dalam komentar yang dipublikasikan di situs web Suspilne pada Senin, 29 Juli 2024, mengatakan pemberontak Mali telah menerima informasi yang diperlukan untuk melakukan serangan itu.

Komentar itu mengisyaratkan keterlibatan Kyiv dalam pembantaian para tentara pemerintah Mali dan tentara bayaran Wagner.

"Pemberontak menerima semua informasi yang diperlukan yang mereka butuhkan, dan bukan hanya informasi, yang memungkinkan (mereka) untuk melakukan operasi militer yang berhasil terhadap pelaku kejahatan perang Rusia. Kami tentu tidak akan membahas detailnya sekarang—Anda akan melihat lebih banyak tentang ini di masa mendatang," katanya.

Pemerintah Mali merespons dengan mengatakan: "Kami telah mengetahui dengan sangat terkejut atas pernyataan subversif itu."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!