Myanmar Minta Bantuan Rusia dalam Perang Melawan Pemberontak
Minggu, 04 Agustus 2024 - 17:25 WIB
Baca Juga: Menlu ASEAN Fokus Bahas Laut China Selatan dan Perang Myanmar
"Oleh karena itu, saya meminta Anda untuk mempelajari kebenaran, kebenaran tentang apa yang terjadi di negara kami, untuk memahami situasi dan mendukung kami dari Rusia. Partai kami hanya menangani masalah politik untuk memastikan keamanan, jadi kami akan berusaha untuk bekerja sama lebih erat di bidang tindakan antiterorisme dengan mitra kami, partai Rusia Bersatu," tambahnya.
Konflik bersenjata antara pemerintah pusat Myanmar dan sejumlah kelompok bersenjata dari minoritas nasional kembali memanas pada tahun 2021. Itu terjadi setelah militer menuduh perwakilan pemerintah melakukan kecurangan dalam pemilihan umum November 2020 dan menggunakan mekanisme konstitusional untuk menyerahkan kekuasaan kepada panglima angkatan bersenjata jika terjadi keadaan darurat yang mengancam keamanan nasional dan integritas negara.
Pada tanggal 31 Juli, Dewan Pertahanan dan Keamanan Nasional Myanmar memutuskan untuk memperpanjang keadaan darurat, yang pertama kali dideklarasikan pada tahun 2021, selama enam bulan lagi.
"Oleh karena itu, saya meminta Anda untuk mempelajari kebenaran, kebenaran tentang apa yang terjadi di negara kami, untuk memahami situasi dan mendukung kami dari Rusia. Partai kami hanya menangani masalah politik untuk memastikan keamanan, jadi kami akan berusaha untuk bekerja sama lebih erat di bidang tindakan antiterorisme dengan mitra kami, partai Rusia Bersatu," tambahnya.
Konflik bersenjata antara pemerintah pusat Myanmar dan sejumlah kelompok bersenjata dari minoritas nasional kembali memanas pada tahun 2021. Itu terjadi setelah militer menuduh perwakilan pemerintah melakukan kecurangan dalam pemilihan umum November 2020 dan menggunakan mekanisme konstitusional untuk menyerahkan kekuasaan kepada panglima angkatan bersenjata jika terjadi keadaan darurat yang mengancam keamanan nasional dan integritas negara.
Pada tanggal 31 Juli, Dewan Pertahanan dan Keamanan Nasional Myanmar memutuskan untuk memperpanjang keadaan darurat, yang pertama kali dideklarasikan pada tahun 2021, selama enam bulan lagi.
(ahm)
Lihat Juga :