AS Siagakan Kapal Induk yang Berjarak Hanya 10 Km dari Iran

Sabtu, 03 Agustus 2024 - 20:07 WIB
"Kami selalu mengevaluasi ulang postur kekuatan kami di Timur Tengah untuk memastikan bahwa kami memiliki apa yang kami butuhkan untuk mempertahankan diri, pasukan kami, fasilitas kami, tetapi juga sekutu dan mitra kami seperti Israel," kata Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional John Kirby kepada CNN, tanpa memberikan "banyak detail tentang itu."

Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah Presiden Joe Biden dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membahas pengerahan militer AS untuk mendukung Israel dalam menghadapi berbagai ancaman melalui panggilan telepon. Biden menegaskan kembali komitmennya terhadap keamanan Israel dalam menghadapi semua ancaman dari Iran.

Baca Juga: 3 Armada Militer AS yang Dikirim untuk Membela Israel dari Serangan Iran

"Presiden membahas upaya untuk mendukung pertahanan Israel dalam menghadapi berbagai ancaman, termasuk rudal balistik dan pesawat nirawak, termasuk pengerahan militer defensif AS yang baru," kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis.

Beralih ke perintah pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei untuk menyerang Israel sebagai balasan atas pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran, Kirby berkata: "Kami telah mendengar pemimpin tertinggi dengan lantang dan jelas bahwa ia bermaksud membalas pembunuhan pemimpin Hamas di Teheran ini, dan bahwa mereka ingin melakukan serangan lain terhadap Israel."

"Kita tidak bisa berasumsi bahwa kita juga tidak akan berpotensi menjadi korban serangan semacam itu. "Kita harus memastikan bahwa kita memiliki sumber daya dan kemampuan yang tepat di kawasan tersebut," imbuh Kirby.

Ia mengatakan kepada CNN bahwa dukungan tersebut "kemungkinan besar" akan berupa kombinasi personel dan perangkat keras di kawasan tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!