Ayatollah Khamenei Jadi Imam Salat Jenazah Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh

Kamis, 01 Agustus 2024 - 12:52 WIB
Peristiwa pembunuhan Haniyeh terjadi beberapa jam setelah Israel menargetkan dan membunuh komandan tinggi Hizbullah Fuad Shukr dalam sebuah serangan balasan di Ibu Kota Lebanon, Beirut—yang meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya perang regional yang lebih luas.

Khamenei, yang memegang keputusan akhir dalam urusan politik Iran, mengatakan setelah kematian Haniyeh: "Adalah tugas kita untuk membalas dendam atas darahnya karena dia telah menjadi martir di wilayah Republik Islam Iran."

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan: "Zionis (Israel) akan segera melihat konsekuensi dari tindakan pengecut dan teroris mereka."

Anggota biro politik Hamas Musa Abu Marzuk juga bersumpah akan melakukan pembalasan.

"Pembunuhan pemimpin Ismail Haniyeh adalah tindakan pengecut dan tidak akan dibiarkan begitu saja," katanya, seperti dikutip AFP.

Namun, masyarakat internasional menyerukan de-eskalasi dan fokus pada pengamanan gencatan senjata di Gaza.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan serangan di Teheran dan Beirut merupakan "eskalasi yang berbahaya".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!