Ini Pandangan Kamala Harris soal Konflik Israel-Palestina, Ambigu dan Sulit Dimengerti
Selasa, 30 Juli 2024 - 14:27 WIB
Pandangan Kamala Harris tentang Konflik Israel-Palestina
Pada pernyataannya baru-baru ini, Kamala Harris menyebut bahwa dirinya tidak akan diam dalam menghadapi penderitaan Palestina. Namun, di sisi lain perempuan keturunan India-Jamaika tetap berjanji mendukung Israel.
Mengutip Al Jazeera, Kamala tempo hari mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. Pada pernyataan yang disiarkan di televisi mengenai konflik Israel-Palestina, dia menegaskan kembali komitmen teguhnya terhadap Tel Aviv dan berjanji untuk selalu memastikan bahwa negara Yahudi itu dapat mempertahankan diri.
Setelah itu, Kamala beralih menggambarkan kondisi mengerikan di Gaza tanpa menyebut Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas krisis kemanusiaan di sana. Dia menyebut perang di Gaza sebagai kondisi “menghancurkan”.
Kamala sudah sering menyuarakan dukungan pada hak Israel untuk mempertahankan diri. Menurutnya, Tel Aviv berhak membela diri atas serangan yang dilakukan Hamas.
Namun, nada bicara Kamala tampak sedikit lebih lembut dari Biden yang dikenal sangat pro-Israel. Hal ini mungkin menjadi bagian dari upayanya yang ingin menyatukan perpecahan di Partai Demokrat.
Pada pernyataannya baru-baru ini, Kamala Harris menyebut bahwa dirinya tidak akan diam dalam menghadapi penderitaan Palestina. Namun, di sisi lain perempuan keturunan India-Jamaika tetap berjanji mendukung Israel.
Mengutip Al Jazeera, Kamala tempo hari mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. Pada pernyataan yang disiarkan di televisi mengenai konflik Israel-Palestina, dia menegaskan kembali komitmen teguhnya terhadap Tel Aviv dan berjanji untuk selalu memastikan bahwa negara Yahudi itu dapat mempertahankan diri.
Setelah itu, Kamala beralih menggambarkan kondisi mengerikan di Gaza tanpa menyebut Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas krisis kemanusiaan di sana. Dia menyebut perang di Gaza sebagai kondisi “menghancurkan”.
Kamala sudah sering menyuarakan dukungan pada hak Israel untuk mempertahankan diri. Menurutnya, Tel Aviv berhak membela diri atas serangan yang dilakukan Hamas.
Namun, nada bicara Kamala tampak sedikit lebih lembut dari Biden yang dikenal sangat pro-Israel. Hal ini mungkin menjadi bagian dari upayanya yang ingin menyatukan perpecahan di Partai Demokrat.
Lihat Juga :