Houthi Umumkan Babak Baru Perang Melawan Israel, Desak Negara Arab dan Muslim Bersatu
Senin, 29 Juli 2024 - 09:41 WIB
Baca Juga: Gawat! Erdogan Ancam Invasi Israel untuk Bela Palestina!
"Selama Israel ada, tidak akan ada perdamaian—ini adalah pertempuran eksistensial. Sudah waktunya untuk menyatukan orang Arab dan Muslim, menggunakan peluang mereka dan berdiri bersama dalam pertempuran ini untuk melestarikan identitas Islam dan Arabisme dalam menghadapi tantangan, bahaya, dan proyek Setan Besar yang diwakili oleh Amerika dan Israel," kata pejabat Houthi.
Sebutan Setan Besar itu merupakan julukan hinaan yang berasal dari Revolusi Islam 1979 di Iran dan biasanya merujuk ke Amerika Serikat.
Retorika al-Qahoum menandakan peningkatan tajam dalam posisi milisi Houthi. Kelompok ini telah melakukan blokade Laut Merah dan serangan rudal terhadap Israel sejak Oktober lalu, yang bermaksud membela Palestina dengan tujuan menghentikan perang brural Zionis di Gaza.
Pada Maret lalu, al-Qahoum mengatakan bahwa Houthi bekerja sama dengan negara-negara yang sedang bangkit di dunia untuk "menenggelamkan" Amerika dan Barat dalam lumpur di sekitar Laut Merah.
"Selama Israel ada, tidak akan ada perdamaian—ini adalah pertempuran eksistensial. Sudah waktunya untuk menyatukan orang Arab dan Muslim, menggunakan peluang mereka dan berdiri bersama dalam pertempuran ini untuk melestarikan identitas Islam dan Arabisme dalam menghadapi tantangan, bahaya, dan proyek Setan Besar yang diwakili oleh Amerika dan Israel," kata pejabat Houthi.
Sebutan Setan Besar itu merupakan julukan hinaan yang berasal dari Revolusi Islam 1979 di Iran dan biasanya merujuk ke Amerika Serikat.
Retorika al-Qahoum menandakan peningkatan tajam dalam posisi milisi Houthi. Kelompok ini telah melakukan blokade Laut Merah dan serangan rudal terhadap Israel sejak Oktober lalu, yang bermaksud membela Palestina dengan tujuan menghentikan perang brural Zionis di Gaza.
Pada Maret lalu, al-Qahoum mengatakan bahwa Houthi bekerja sama dengan negara-negara yang sedang bangkit di dunia untuk "menenggelamkan" Amerika dan Barat dalam lumpur di sekitar Laut Merah.
Lihat Juga :