Mayoritas Politikus Partai Demokrat AS Tolak Netanyahu
Kamis, 25 Juli 2024 - 20:40 WIB
Mantan Ketua DPR Nancy Pelosi, mantan Ketua Mayoritas DPR Jim Clyburn, Alexandria Ocasio-Cortez, dan anggota Komite Hubungan Luar Negeri Senat Dick Durbin, Tim Kaine, Jeff Merkley, dan Brian Schatz termasuk di antara para pemboikot.
Thomas Massie dari Partai Republik juga tidak hadir dalam sidang tersebut. Ia mengatakan dalam sebuah posting di X (sebelumnya Twitter) bahwa ia tidak ingin menjadi "pendukung" Netanyahu, dengan alasan bahwa pidato tersebut merupakan upaya untuk memperkuat "posisi politik domestik PM di Israel dan untuk meredakan pertentangan internasional terhadap perangnya."
Netanyahu mengatakan bahwa ia berusaha untuk "menyampaikan kebenaran tentang perang yang adil" kepada Kongres, selama kunjungan pertamanya ke Washington sejak meningkatnya konflik Israel-Palestina.
Israel melancarkan invasi ke Gaza setelah serangan mendadak pada 7 Oktober oleh kelompok militan Hamas, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 250 lainnya. Namun, Israel telah menuai kritik internasional yang luas karena meningkatnya jumlah korban tewas dan krisis kemanusiaan yang semakin dalam di daerah kantong Palestina tersebut.
Baca Juga: AS Jual Senjata Senilai Rp45,5 Triliun kepada Arab Saudi
Thomas Massie dari Partai Republik juga tidak hadir dalam sidang tersebut. Ia mengatakan dalam sebuah posting di X (sebelumnya Twitter) bahwa ia tidak ingin menjadi "pendukung" Netanyahu, dengan alasan bahwa pidato tersebut merupakan upaya untuk memperkuat "posisi politik domestik PM di Israel dan untuk meredakan pertentangan internasional terhadap perangnya."
Netanyahu mengatakan bahwa ia berusaha untuk "menyampaikan kebenaran tentang perang yang adil" kepada Kongres, selama kunjungan pertamanya ke Washington sejak meningkatnya konflik Israel-Palestina.
Israel melancarkan invasi ke Gaza setelah serangan mendadak pada 7 Oktober oleh kelompok militan Hamas, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 250 lainnya. Namun, Israel telah menuai kritik internasional yang luas karena meningkatnya jumlah korban tewas dan krisis kemanusiaan yang semakin dalam di daerah kantong Palestina tersebut.
Baca Juga: AS Jual Senjata Senilai Rp45,5 Triliun kepada Arab Saudi
Lihat Juga :