AS Buka-bukaan Miliki 3.748 Senjata Nuklir Aktif
Minggu, 21 Juli 2024 - 07:12 WIB
Menurut Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI), pada tahun 2024, AS tetap menjadi pemilik senjata nuklir terbesar kedua di dunia dengan total inventaris 5.044 hulu ledak. Rusia adalah negara terbesar dengan 5.580 hulu ledak nuklir.
Jumlah hulu ledak nuklir Amerika mulai menurun pada puncak Perang Dingin ketika Washington dan Moskow terlibat dalam perundingan pengendalian senjata yang produktif.
Meskipun dialog terhenti karena memburuknya hubungan AS-Rusia, yang sebagian disebabkan oleh konflik Ukraina, kedua negara tersebut tetap berkomitmen pada Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis Baru (New START), yang membatasi penggunaan senjata nuklir masing-masing sebanyak 1.550 unit.
Namun demikian, laporan SIPRI pada bulan Juni memperingatkan bahwa dunia berada dalam “salah satu periode paling berbahaya dalam sejarah umat manusia”, ketika kekuatan global terus meningkatkan dan memodernisasi persenjataan atom mereka.
Para peneliti mencatat bahwa ketegangan mengenai Ukraina dan Gaza memainkan peran penting dalam melemahkan diplomasi nuklir global.
Jumlah hulu ledak nuklir Amerika mulai menurun pada puncak Perang Dingin ketika Washington dan Moskow terlibat dalam perundingan pengendalian senjata yang produktif.
Meskipun dialog terhenti karena memburuknya hubungan AS-Rusia, yang sebagian disebabkan oleh konflik Ukraina, kedua negara tersebut tetap berkomitmen pada Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis Baru (New START), yang membatasi penggunaan senjata nuklir masing-masing sebanyak 1.550 unit.
Namun demikian, laporan SIPRI pada bulan Juni memperingatkan bahwa dunia berada dalam “salah satu periode paling berbahaya dalam sejarah umat manusia”, ketika kekuatan global terus meningkatkan dan memodernisasi persenjataan atom mereka.
Para peneliti mencatat bahwa ketegangan mengenai Ukraina dan Gaza memainkan peran penting dalam melemahkan diplomasi nuklir global.
(mas)
Lihat Juga :