5 Alasan Popularitas Partai Sayap Kanan Meningkat di Eropa, Salah Satunya Pengaruh Rusia yang Makin Kuat

Kamis, 11 Juli 2024 - 13:45 WIB
Komisi Eropa juga berupaya untuk mencapai kesepakatan dengan negara-negara seperti Australia di tengah argumen bahwa blok tersebut memerlukan lebih banyak perjanjian perdagangan dengan mitra yang dapat diandalkan untuk menggantikan hilangnya bisnis dengan Rusia dan untuk mengurangi ketergantungan pada Tiongkok.

Semua kesepakatan tersebut, dan khususnya perjanjian Mercosur, mendapat tentangan dan mendorong kesepakatan tersebut ke parlemen akan menjadi lebih sulit lagi mengingat semakin banyaknya kelompok nasionalis yang skeptis terhadap Euro.

4. Isu Perubahan Iklim Akan Terpinggirkan



Foto/AP

"Kehadiran lebih banyak kelompok sayap kanan bisa berdampak buruk dalam upaya mengatasi perubahan iklim," kata Farrow.

Ia mencatat bahwa terdapat cukup banyak perbedaan dan perselisihan di antara berbagai partai sayap kanan di Eropa dan di dalam Parlemen Eropa.

Hal ini membuat mereka cenderung tidak dapat menghalangi kerja Parlemen Eropa, katanya.

“Kemungkinan besar kita akan melihat penundaan dalam pengesahan undang-undang dan lebih banyak negosiasi undang-undang agar lebih cocok untuk kelompok sayap kanan tertentu, yang mungkin akan melemahkan undang-undang Eropa,” tambahnya.

Lima tahun ke depan akan sangat penting dalam menentukan apakah Eropa mencapai target perubahan iklim tahun 2030. Uni Eropa telah menghabiskan waktu lima tahun terakhir untuk meloloskan paket energi ramah lingkungan dan undang-undang pengurangan karbon dioksida untuk mencapai target mereka pada tahun 2030, dan kebijakan tersebut akan sulit untuk dibatalkan.

5. Pengaruh Rusia Makin Kuat



Foto/AP

"Mungkin juga akan lebih sulit untuk menyepakati kebijakan pertahanan bersama karena beberapa politisi sayap kanan berpengaruh di Eropa lebih bersahabat dengan Putin dibandingkan yang lain," tambah Farrow.

Sedangkan Singam menjelaskan, beberapa pemimpin sayap kanan mengkritik dukungan militer Barat terhadap Ukraina. “Jika partai-partai sayap kanan terus mendapatkan dukungan politik secara nasional dan di parlemen Uni Eropa, maka perubahan besar bisa terjadi,” tambahnya.

“Karena beberapa partai sayap kanan ini sangat nasionalistis dan skeptis terhadap Euro, kebangkitan mereka ke posisi politik yang lebih besar juga dapat secara signifikan menguji integritas dan ketahanan blok regional.”

Kebijakan luar negeri dan pertahanan terutama merupakan urusan negara-negara anggota UE, bukan Parlemen Eropa, namun parlemen akan berperan dalam rencana untuk mendorong kerja sama pan-Eropa antar negara dan perusahaan dalam proyek-proyek pertahanan dan membuat pemerintah membeli lebih banyak barang Eropa

Misalnya, Program Industri Pertahanan Komisi Eropa, yang bertujuan untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut, memerlukan persetujuan dari pemerintah Uni Eropa dan Parlemen Eropa.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!