Jumlah Sebenarnya Warga Gaza yang Dibantai Israel Bisa Lebih dari 186.000 Orang
Selasa, 09 Juli 2024 - 08:05 WIB
Jumlah sebenarnya kemungkinan besar mencakup ribuan orang yang masih terjebak di bawah reruntuhan dan mereka yang terkena dampak sekunder konflik, seperti kekurangan gizi, penyakit, dan kurangnya perawatan medis.
Kontributor utama terhadap banyaknya korban jiwa adalah 14.000 bom, masing-masing berbobot 2.000 pon, yang dipasok oleh Amerika Serikat (AS) ke Israel. Bom-bom ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa namun juga menghancurkan infrastruktur Gaza, memperburuk kondisi yang menyebabkan kematian tambahan.
Hancurnya fasilitas kesehatan, jaringan distribusi makanan, dan sistem sanitasi telah menyebabkan penduduk berada dalam kondisi yang berbahaya.
The Lancet menyoroti kesulitan dalam mengumpulkan data akurat karena kerusakan yang meluas.
“Jumlah kematian yang dilaporkan kemungkinan besar masih di bawah perkiraan. Organisasi non-pemerintah, Airwars, melakukan penilaian rinci atas insiden di Jalur Gaza dan sering kali menemukan bahwa tidak semua nama korban yang dapat diidentifikasi dimasukkan dalam daftar Kementerian [Kesehatan Gaza]. Lebih jauh lagi, PBB memperkirakan bahwa, pada tanggal 29 Februari 2024, 35 persen bangunan di Jalur Gaza telah hancur, sehingga jumlah jenazah yang masih terkubur di dalam reruntuhan kemungkinan besar berjumlah lebih dari 10.000 orang,” bunyi laporan The Lancet.
Kontributor utama terhadap banyaknya korban jiwa adalah 14.000 bom, masing-masing berbobot 2.000 pon, yang dipasok oleh Amerika Serikat (AS) ke Israel. Bom-bom ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa namun juga menghancurkan infrastruktur Gaza, memperburuk kondisi yang menyebabkan kematian tambahan.
Hancurnya fasilitas kesehatan, jaringan distribusi makanan, dan sistem sanitasi telah menyebabkan penduduk berada dalam kondisi yang berbahaya.
The Lancet menyoroti kesulitan dalam mengumpulkan data akurat karena kerusakan yang meluas.
“Jumlah kematian yang dilaporkan kemungkinan besar masih di bawah perkiraan. Organisasi non-pemerintah, Airwars, melakukan penilaian rinci atas insiden di Jalur Gaza dan sering kali menemukan bahwa tidak semua nama korban yang dapat diidentifikasi dimasukkan dalam daftar Kementerian [Kesehatan Gaza]. Lebih jauh lagi, PBB memperkirakan bahwa, pada tanggal 29 Februari 2024, 35 persen bangunan di Jalur Gaza telah hancur, sehingga jumlah jenazah yang masih terkubur di dalam reruntuhan kemungkinan besar berjumlah lebih dari 10.000 orang,” bunyi laporan The Lancet.
Lihat Juga :