5 Tantangan Presiden Baru Iran, dari Mengakhiri Isolasi hingga Kebijakan Luar Negeri

Minggu, 07 Juli 2024 - 20:10 WIB

4. Mewujudkan Perubahan



Foto/AP

Tohid Asadi, seorang profesor di Universitas Teheran, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa kemenangan Pezeshkian menunjukkan bahwa banyak orang Iran tertarik pada “perubahan kebijakan dalam dan luar negeri”.

Meski begitu, Asadi menjelaskan bahwa politik Iran adalah “mekanisme yang sangat dinamis dan kompleks” di mana presiden hanyalah salah satu aktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan.

Mengenai perjanjian nuklir, katanya, “keputusan akan berada di tangan Amerika Serikat dan Barat” dalam membangun kembali kepercayaan di antara para pemimpin politik Iran.

Mostafa Khoshcheshm, seorang analis dan profesor di Fakultas Fars Media yang berbasis di Teheran, mengatakan dia tidak mengharapkan perubahan strategis dalam kebijakan luar negeri Iran.

Dokumen kebijakan luar negeri, jelasnya, “diputuskan oleh seluruh lembaga, sebagian besar di Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, di mana [ada] perwakilan pemerintah serta angkatan bersenjata, pemimpin tertinggi Iran, dan Parlemen”.

5. Tergantung Hasil Pemilu AS



Foto/AP

Banyak hal juga akan bergantung pada hasil pemilihan presiden AS pada bulan November, yang akan kembali mempertemukan petahana Joe Biden melawan Trump.

“Jika Donald Trump mulai menjabat, saya tidak mengharapkan perubahan apa pun, pembicaraan apa pun antara kedua belah pihak, atau perubahan apa pun dalam tindakan saat ini,” kata Khoshcheshm kepada Al Jazeera.

Pada akhirnya, Pezeshkian akan bertugas menerapkan kebijakan negara yang digariskan oleh Khamenei, yang memegang otoritas tertinggi di negara tersebut.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!