5 Dampak Perang Hizbullah dan Israel bagi Lebanon, Salah Satunya Konflik Sektarian Antar Kelompok
Kamis, 04 Juli 2024 - 14:20 WIB
“Hizbullah dengan jelas menyatakan bahwa mereka telah membuka front [di Lebanon selatan] untuk mendukung Hamas melawan invasi Israel. Namun sebagai warga negara Lebanon… Hizbullah tidak berkonsultasi dengan siapa pun ketika mengambil keputusan ini,” kata Doumit Azzi, seorang aktivis hak asasi manusia Kristen Lebanon.
Foto/AP
Azzi yakin Hizbullah adalah bagian dari rezim Iran dan merujuk pada campur tangan kelompok tersebut dalam perang saudara di Suriah untuk mendukung Presiden Bashar al-Assad melawan pemberontakan.
“Situasinya [di Lebanon] tidak hitam dan putih. Saya tidak akan mendukung proyek kolonial Israel atau imperialisme lain yang telah melakukan kekejaman di Suriah selama pemberontakan,” kata Azzi kepada Al Jazeera.
Foto/AP
Yang lain memandang Hizbullah sebagai kelompok perlawanan akar rumput yang membebaskan Lebanon selatan dari pendudukan Israel selama 18 tahun pada tahun 2000.
Hizbullah menjadi lebih canggih sejak saat itu, memperluas kemampuan tempurnya, persenjataan dan aliran pendapatannya, kata para ahli sebelumnya kepada Al Jazeera.
Mereka telah lama mencap dirinya sebagai wajah dari “poros perlawanan”, yang mencakup milisi yang didukung Iran di Irak, Suriah dan Yaman, serta Hamas.
4. Intervensi Iran Makin Kencang
Foto/AP
Azzi yakin Hizbullah adalah bagian dari rezim Iran dan merujuk pada campur tangan kelompok tersebut dalam perang saudara di Suriah untuk mendukung Presiden Bashar al-Assad melawan pemberontakan.
“Situasinya [di Lebanon] tidak hitam dan putih. Saya tidak akan mendukung proyek kolonial Israel atau imperialisme lain yang telah melakukan kekejaman di Suriah selama pemberontakan,” kata Azzi kepada Al Jazeera.
5. Hizbullah Tetap Populer
Foto/AP
Yang lain memandang Hizbullah sebagai kelompok perlawanan akar rumput yang membebaskan Lebanon selatan dari pendudukan Israel selama 18 tahun pada tahun 2000.
Hizbullah menjadi lebih canggih sejak saat itu, memperluas kemampuan tempurnya, persenjataan dan aliran pendapatannya, kata para ahli sebelumnya kepada Al Jazeera.
Mereka telah lama mencap dirinya sebagai wajah dari “poros perlawanan”, yang mencakup milisi yang didukung Iran di Irak, Suriah dan Yaman, serta Hamas.
(ahm)
Lihat Juga :