30 Jenderal Israel Ingin Gencatan Senjata dengan Hamas

Rabu, 03 Juli 2024 - 08:45 WIB
Selain itu, para jenderal juga memandang gencatan senjata sebagai cara terbaik membebaskan para sandera yang tersisa, yang bertentangan dengan desakan Netanyahu bahwa hanya "kemenangan total" atas Hamas yang akan membawa para tawanan pulang.

"Militer mendukung penuh kesepakatan penyanderaan dan gencatan senjata," ujar mantan Penasihat Keamanan Nasional Israel Eyal Hulata mengatakan kepada surat kabar tersebut.

"Mereka yakin bahwa mereka selalu dapat kembali dan melawan Hamas secara militer di masa mendatang," ujar dia.

Dia menjelaskan, "Mereka memahami bahwa jeda di Gaza membuat de-eskalasi lebih mungkin terjadi di Lebanon. Dan mereka memiliki lebih sedikit amunisi, lebih sedikit suku cadang, lebih sedikit energi daripada sebelumnya, jadi mereka juga berpikir jeda di Gaza memberi kita lebih banyak waktu untuk bersiap jika perang yang lebih besar benar-benar pecah dengan Hizbullah."

Hizbullah, gerakan politik dan pasukan paramiliter yang didukung Iran, memasuki konflik Israel-Hamas Oktober lalu.

Namun, kelompok itu melancarkan kampanye terbatas serangan pesawat nirawak dan rudal di Israel utara, yang menurut pemimpinnya Hassan Nasrallah pada November ditujukan untuk mengikat pasukan Israel di dekat perbatasan guna mencegah pengerahan mereka ke Gaza.

Netanyahu mengumumkan bulan lalu bahwa dia akan menarik beberapa unit IDF keluar dari Gaza dan memindahkan mereka ke perbatasan Lebanon, yang memicu kekhawatiran akan segera terjadinya invasi ke Lebanon.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!