Rusia Didesak Terapkan Kembali Hukuman Mati, Ini Alasannya
Minggu, 30 Juni 2024 - 14:16 WIB
Baca Juga: PM Negara NATO: Uni Eropa Ingin Berperang dan Mengalahkan Rusia
Dia berargumentasi bahwa pengadilan harus diizinkan untuk menjatuhkan hukuman mati kepada penjahat yang melakukan kekerasan, seperti teroris, pembunuh berantai, dan mereka yang melakukan kejahatan terhadap anak-anak.
“Saya pendukung hukuman mati,” kata kepala penyelidik tersebut.
“Mengapa kita tidak mencabut moratorium dan mengembalikan hukuman mati ke dalam undang-undang, mengingat jumlah kejahatan dengan kekerasan meningkat?” lanjut dia, seperti dikutip Russia Today, Minggu (30/6/2024).
Sebagai contoh, Bastrykin mengutip serangan pada bulan Maret di gedung konser di Moskow oleh teroris yang terkait dengan ISIS, yang menyebabkan 145 orang tewas. Polisi telah menahan beberapa tersangka, termasuk keempat pria bersenjata yang menyerbu tempat tersebut dan membakarnya.
Dia berargumentasi bahwa pengadilan harus diizinkan untuk menjatuhkan hukuman mati kepada penjahat yang melakukan kekerasan, seperti teroris, pembunuh berantai, dan mereka yang melakukan kejahatan terhadap anak-anak.
“Saya pendukung hukuman mati,” kata kepala penyelidik tersebut.
“Mengapa kita tidak mencabut moratorium dan mengembalikan hukuman mati ke dalam undang-undang, mengingat jumlah kejahatan dengan kekerasan meningkat?” lanjut dia, seperti dikutip Russia Today, Minggu (30/6/2024).
Sebagai contoh, Bastrykin mengutip serangan pada bulan Maret di gedung konser di Moskow oleh teroris yang terkait dengan ISIS, yang menyebabkan 145 orang tewas. Polisi telah menahan beberapa tersangka, termasuk keempat pria bersenjata yang menyerbu tempat tersebut dan membakarnya.
Lihat Juga :