Rusia Didesak Terapkan Kembali Hukuman Mati, Ini Alasannya

Minggu, 30 Juni 2024 - 14:16 WIB
“Di masa Soviet, seseorang bisa dijatuhi hukuman mati karena membunuh dua atau tiga orang. Sedangkan untuk hari ini, tersangka bisa diancam hukuman maksimal penjara seumur hidup,” kata Bastrykin.

Menurut ketua Komite Investigasi, tahun lalu saja, penegak hukum menyelidiki 23.700 pelanggaran terhadap anak, termasuk 246 pembunuhan, 1.870 kasus pemerkosaan, dan lebih dari 6.800 kejahatan seksual lainnya.

Bastrykin bukanlah pejabat Rusia pertama yang mengusulkan penerapan kembali hukuman mati terutama untuk kejahatan berat. Namun Presiden Vladimir Putin sejauh ini menolak untuk secara terbuka mendukung gagasan ini.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!