Pendiri WikiLeaks Disambut bak Pahlawan di Australia

Rabu, 26 Juni 2024 - 19:15 WIB
Pengacara Assange di Inggris dan Australia Jennifer Robinson berterima kasih kepada pemerintah Australia karena telah menjamin pembebasan Assange. Ayahnya, John Shipton, mengatakan kepada Reuters bahwa dia merasa lega.

“Julian bisa pulang ke Australia dan bertemu keluarganya secara teratur dan melakukan hal-hal biasa dalam hidup adalah sebuah harta karun,” kata Shipton di Canberra, tempat dia menunggu putranya. "Keindahan hal-hal biasa adalah inti kehidupan."

Assange telah setuju untuk mengaku bersalah atas satu tuduhan pidana, menurut pengajuan di Pengadilan Distrik AS untuk Kepulauan Mariana Utara.

Wilayah AS di Pasifik barat dipilih karena penolakannya untuk melakukan perjalanan ke daratan AS dan kedekatannya dengan Australia, kata jaksa.

Politisi di Australia yang berkampanye untuk pembebasannya menyuarakan keprihatinan mengenai pengakuan bersalahnya di AS, dengan mengatakan bahwa ia adalah seorang jurnalis yang telah dihukum karena melakukan pekerjaannya.

"Ini adalah preseden yang sangat mengkhawatirkan. Ini adalah hal yang kita harapkan terjadi di negara otoriter atau totaliter," kata Andrew Wilkie, seorang anggota parlemen independen yang memimpin kelompok parlemen yang mendukung Assange.

Assange menghabiskan lebih dari lima tahun di penjara yang disebut Hakim Manglona sebagai salah satu penjara paling kejam di Inggris dan tujuh tahun bersembunyi di kedutaan Ekuador di London saat ia menentang ekstradisi.

Saat terjebak di kedutaan, dia memiliki dua putra dengan Stella, yang merupakan salah satu pengacaranya. Mereka menikah pada tahun 2022 di penjara Belmarsh di London.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!