Mahathir Mohammad: Saya Tidak Korupsi, Sebagian Besar Uangnya Justru Hilang

Rabu, 12 Juni 2024 - 18:04 WIB
Mahathir mengatakan dia menghabiskan sebagian besar uangnya setelah pensiun dalam upaya untuk menyingkirkan Perdana Menteri Najib Razak dari kekuasaan ketika skandal keuangan 1MDB yang bernilai miliaran dolar terungkap.

Negarawan senior ini ikut serta dalam pemilihan umum tahun 2018 di bawah bendera Partai Persatuan Pribumi Malaysia, yang ia dirikan setelah meninggalkan kendaraan politik lamanya, UMNO, partai terbesar dalam koalisi Barisan Nasional (BN) yang berkuasa saat itu.

Pada usia 92 tahun, Mahathir memimpin koalisi oposisi Pakatan Harapan meraih kemenangan menakjubkan atas BN, yang telah memerintah negara Asia Tenggara tanpa gangguan sejak kemerdekaannya dari Inggris pada tahun 1957.

Mahathir mengundurkan diri pada tahun 2020 di tengah ketegangan internal dalam pemerintahan PH-nya.

Pada tahun 2022, Anwar terpilih sebagai perdana menteri setelah dua masa jabatan perdana menteri yang berumur pendek di bawah bendera Perikatan Nasional (PN).

“Sayangnya, ketika saya keluar dari pemerintahan dan terlibat dalam politik, saya tidak punya sumber uang lain kecuali uang saya sendiri… Saya menghabiskan sebagian besar uang itu untuk politik,” katanya.

“Partai saya tidak punya uang. Masyarakat tidak menyumbang kepada partai oposisi.”

Mengenai Najib, yang ingin menjalani sisa hukuman enam tahun penjara sebagai tahanan rumah setelah dinyatakan bersalah atas perannya dalam skandal 1MDB, Mahathir mengatakan mantan perdana menteri itu seharusnya tidak menerima perlakuan khusus.

“Tinggal di rumah berarti bebas. Anda tidak keluar rumah, tetapi Anda bebas. Ketika Anda mencuri miliaran dolar dan Anda diperlakukan dengan sangat baik, itu adalah contoh buruk bagi para pemimpin masa depan,” kata Mahathir.

Pada bulan Februari, dewan pengampunan Malaysia mengurangi separuh hukuman penjara Najib menjadi enam tahun dan mengurangi denda 210 juta ringgit (USD60 juta) menjadi 50 juta ringgit (USD10,7 juta).

“Mereka akan mengurangi hukumannya hingga menjadi tidak berarti lagi,” kata Mahathir.

“Ketika Anda memberikan kelonggaran, maaf, pengurangan hukuman setengahnya dan Anda berbicara tentang tahanan rumah, Anda tidak menghukum. Anda memperlakukan orang yang telah mencuri miliaran dolar ini secara berbeda.”
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!