Korut-Korsel Memanas, dari Perang Balon hingga Lepaskan Tembakan
Selasa, 11 Juni 2024 - 11:09 WIB
“Terlepas dari mundurnya tentara Korea Utara setelah tembakan peringatan kami, tidak ada pergerakan tidak biasa yang terlihat,” imbuh JCS, menambahkan bahwa militer Seoul memantau dengan cermat pasukan di dekat perbatasan.
Ketegangan antara kedua Korea—yang secara teknis masih berperang sejak konflik 1950-1953 yang berakhir dengan gencatan senjata dan bukan perjanjian damai—telah memanas lagi setelah sebelumnya mereda.
Pemerintah Korea Selatan pada bulan ini sepenuhnya menangguhkan perjanjian militer yang bertujuan untuk mengurangi ketegangan pada tahun 2018 dan memulai kembali siaran propaganda melalui pengeras suara di sepanjang perbatasan sebagai tanggapan terhadap serbuan balon sampah. Hal itu membuat marah Korea Utara, dan memperingatkan bahwa Seoul sedang menciptakan “krisis baru”.
Militer Korea Selatan mengatakan pada hari Senin bahwa mereka telah mendeteksi tanda-tanda bahwa Korea Utara memasang pengeras suara mereka sendiri.
Korea Utara telah menggunakan pengeras suara di sepanjang perbatasan sejak tahun 1960-an, yang biasanya menyiarkan pujian terhadap keluarga Kim, namun menghentikan penggunaannya pada tahun 2018 ketika hubungan kedua negara memanas.
Para ahli telah memperingatkan bahwa keputusan untuk membatalkan perjanjian tahun 2018 dan memulai kembali siaran melalui pengeras suara dapat mempunyai implikasi yang serius.
Tindakan propaganda yang saling balas di masa lalu mempunyai konsekuensi nyata terhadap hubungan antar-Korea.
Ketegangan antara kedua Korea—yang secara teknis masih berperang sejak konflik 1950-1953 yang berakhir dengan gencatan senjata dan bukan perjanjian damai—telah memanas lagi setelah sebelumnya mereda.
Pemerintah Korea Selatan pada bulan ini sepenuhnya menangguhkan perjanjian militer yang bertujuan untuk mengurangi ketegangan pada tahun 2018 dan memulai kembali siaran propaganda melalui pengeras suara di sepanjang perbatasan sebagai tanggapan terhadap serbuan balon sampah. Hal itu membuat marah Korea Utara, dan memperingatkan bahwa Seoul sedang menciptakan “krisis baru”.
Militer Korea Selatan mengatakan pada hari Senin bahwa mereka telah mendeteksi tanda-tanda bahwa Korea Utara memasang pengeras suara mereka sendiri.
Korea Utara telah menggunakan pengeras suara di sepanjang perbatasan sejak tahun 1960-an, yang biasanya menyiarkan pujian terhadap keluarga Kim, namun menghentikan penggunaannya pada tahun 2018 ketika hubungan kedua negara memanas.
Para ahli telah memperingatkan bahwa keputusan untuk membatalkan perjanjian tahun 2018 dan memulai kembali siaran melalui pengeras suara dapat mempunyai implikasi yang serius.
Tindakan propaganda yang saling balas di masa lalu mempunyai konsekuensi nyata terhadap hubungan antar-Korea.
Lihat Juga :