New York Diserbu Laba-laba Joro Raksasa yang Berbisa, Ini 6 Faktanya

Sabtu, 08 Juni 2024 - 22:22 WIB
Dalam penelitian yang dipublikasikan pada bulan November, para ilmuwan di Clemson University di South Carolina mengatakan arakhnida berwarna-warni akan segera mulai bergerak menuju “wilayah Great Lakes di AS dan Kanada yang membentang di sepanjang bagian barat tengah dan timur laut AS, dan hingga ke Kanada bagian timur”.

Bagian barat laut AS dan bahkan Meksiko barat laut juga bisa menjadi habitat yang menguntungkan bagi laba-laba Joro, kata para ilmuwan.

4. Berasal dari China

Laba-laba Joro biasanya berasal dari Jepang, Cgina, Taiwan, dan Korea Selatan.

Kemungkinan besar laba-laba tersebut adalah penumpang gelap di dalam kontainer pengiriman dari salah satu area tersebut dan akhirnya mendarat di pelabuhan di Atlanta, Georgia, menurut sebuah penelitian pada tahun 2015.

5. Berbisa tapi Tak Mematikan

Menurut penelitian yang dilakukan Davis dan rekan-rekannya di Universitas Georgia, laba-laba Joro tidak berbahaya bagi manusia dan hewan peliharaan.

Mereka berbisa, namun gigitannya tidak mematikan, dan taringnya terlalu kecil untuk menusuk kulit manusia.

Seperti spesies invasif lainnya, para ilmuwan khawatir akan dampaknya terhadap tanaman dan pohon, namun bagaimana perilaku laba-laba Joro di peternakan masih menjadi subjek penelitian.

6. Hanya Bertahan Hidup selama 1 Tahun

Umur laba-laba Joro kira-kira satu tahun, jadi umurnya tidak terlalu lama. Dalam sebagian besar kasus, kata para ilmuwan, mereka dapat diabaikan dengan aman, kehadiran mereka lebih dianggap sebagai gangguan daripada serangan hama. Namun peneliti masih mengamati perilaku mereka di lokasi baru beserta pola migrasinya.

Umur laba-laba berbeda-beda. Sebagian besar hidup selama sekitar dua tahun, tetapi ada beberapa contoh di mana laba-laba diamati dapat hidup hingga 20 tahun.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!