4 Kamp Pengungsi di Gaza, Tempat Berlindung Warga Palestina saat Genosida Israel
Jum'at, 07 Juni 2024 - 21:10 WIB
Terletak di utara Kota Gaza, kamp ini dekat dengan desa yang bernama sama. Pengungsi yang menetap di kamp ini kebanyakan berasal dari desa-desa di Palestina selatan setelah Perang 1948.
Jabalia adalah kamp pengungsi terbesar di Jalur Gaza dengan 116.011 pengungsi Palestina terdaftar di UNRWA. Jumlah pengungsi saat ini jelas meningkat pesat seiring genosida Israel yang masih berlangsung.
Kamp Jabalia mengalami kerusakan besar setelah operasi militer Israel selama tiga pekan. Sebagian besar korban selama operasi Zionis adalah wanita dan anak-anak.
Kamp Maghazi juga telah mengalami serangan meskipun berada di zona evakuasi yang ditentukan oleh Israel sendiri.
Terletak di tengah Jalur Gaza, kamp ini berada di selatan kamp Bureij. Kamp ini didirikan pada tahun 1949 dan merupakan salah satu kamp pengungsi terkecil di Gaza, baik dalam hal ukuran maupun populasi.
Pada Juli 2023, UNRWA melaporkan populasi kamp ini sekitar 33.000 jiwa. Jumlah populasinya jelas bertambah seiring genosida Israel yang masih terjadi.
Kamp Maghazi mengalami kehancuran setelah serangan udara Israel yang menewaskan puluhan orang dan melukai banyak lainnya.
Kamp Bureij terletak di bagian tengah Jalur Gaza, di timur jalan Salah al-Din, dalam wilayah administratif Deir al-Balah.
Kamp ini didirikan untuk menampung warga Palestina yang diusir dari rumah mereka yang berada di wilayah yang kini menjadi Israel pada tahun 1948. Selama beberapa dekade, kamp ini telah berkembang menjadi distrik urban yang padat.
Jabalia adalah kamp pengungsi terbesar di Jalur Gaza dengan 116.011 pengungsi Palestina terdaftar di UNRWA. Jumlah pengungsi saat ini jelas meningkat pesat seiring genosida Israel yang masih berlangsung.
Kamp Jabalia mengalami kerusakan besar setelah operasi militer Israel selama tiga pekan. Sebagian besar korban selama operasi Zionis adalah wanita dan anak-anak.
3. Kamp Maghazi
Kamp Maghazi juga telah mengalami serangan meskipun berada di zona evakuasi yang ditentukan oleh Israel sendiri.
Terletak di tengah Jalur Gaza, kamp ini berada di selatan kamp Bureij. Kamp ini didirikan pada tahun 1949 dan merupakan salah satu kamp pengungsi terkecil di Gaza, baik dalam hal ukuran maupun populasi.
Pada Juli 2023, UNRWA melaporkan populasi kamp ini sekitar 33.000 jiwa. Jumlah populasinya jelas bertambah seiring genosida Israel yang masih terjadi.
Kamp Maghazi mengalami kehancuran setelah serangan udara Israel yang menewaskan puluhan orang dan melukai banyak lainnya.
4. Kamp Bureij
Kamp Bureij terletak di bagian tengah Jalur Gaza, di timur jalan Salah al-Din, dalam wilayah administratif Deir al-Balah.
Kamp ini didirikan untuk menampung warga Palestina yang diusir dari rumah mereka yang berada di wilayah yang kini menjadi Israel pada tahun 1948. Selama beberapa dekade, kamp ini telah berkembang menjadi distrik urban yang padat.
Lihat Juga :