Pemimpin Hamas Tegaskan Kelompoknya Tidak akan Digantikan

Jum'at, 31 Mei 2024 - 20:30 WIB
"Mereka (Israel) harus terlebih dahulu menghentikan pembantaian, meninggalkan penyeberangan Rafah, dan menghentikan agresi, baru kita bisa berunding. Sampai itu terjadi, tidak akan ada perundingan," ujar seorang sumber yang dekat dengan organisasi Palestina tersebut kepada Middle East Eye.

Pembicaraan gencatan senjata telah terhenti sejak 6 Mei, ketika Hamas menyetujui proposal yang diajukan Mesir dan Qatar.

Israel menolak kesepakatan itu dan malam itu melancarkan invasi ke Rafah, kota perbatasan selatan Gaza tempat sekitar 1,5 juta warga Palestina berlindung.

Nasib pembicaraan itu menjadi titik pertikaian setelah CNN melaporkan seorang pejabat intelijen Mesir telah "diam-diam mengubah" ketentuan proposal tersebut, yang mengejutkan para negosiator, termasuk Amerika Serikat (AS), dan menyebabkan Israel menolak kesepakatan itu.

Namun Middle East Eye melaporkan pada Kamis bahwa Direktur CIA Bill Burns, yang memimpin mediasi di pihak Washington, menyetujui proposal yang diterima Hamas sebelum diajukan kepada pejabat Israel.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!