Militer AS: Kim Jong-un Memiliki 60 Bom Nuklir dan Diduga Punya Antraks

Kamis, 20 Agustus 2020 - 03:56 WIB
Negara komunis ini diketahui telah mengembangkan dan menguji senjata nuklir dalam beberapa tahun terakhir. Setidaknya ada enam uji coba senjata nuklir, masing-masing satu kali pada tahun 2006, 2009, dan 2013, dua kali pada tahun 2016, dan satu kali pada tahun 2017.

Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Kim Jong-un untuk pembicaraan perlucutan senjata pada tiga kesempatan pada 2018 dan 2019. Namun, tidak ada kesepakatan yang dicapai.

Presiden dari Partai Republik itu terus memuji Kim Jong-un setelah awalnya bertukar penghinaan seperti menyebut Kim Jong-un dengan sebutan "Little Rocket Man".

Korea Utara tetap berada di bawah tekanan sanksi ekonomi yang melumpuhkan, yang diberlakukan PBB sebagai bagian dari upaya internasional untuk menghentikan ambisinya memiliki senjata nuklir.

"Korea Utara mencari senjata nuklir karena para pemimpinnya mengira ancaman serangan nuklir akan mencegah negara lain mempertimbangkan perubahan rezim," bunyi laporan militer AS. (Baca juga: Kim Jong-un hingga Raja Salman Ucapkan Selamat HUT ke-75 Kemerdekaan Indonesia )

Laporan itu juga menambahkan bahwa ada perkiraan lain yang menunjukkan negara itu dapat memiliki 100 bom nuklir pada akhir 2020.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!