Kim Jong-un Gelar Pertemuan Langka Bahas Masalah Penting Misterius

Kamis, 20 Agustus 2020 - 00:16 WIB
Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang beroperasi di Korea Utara, mengatakan sekitar 40 persen dari populasi negara itu kekurangan gizi.

Ekonomi yang lebih lemah dapat menurunkan pengaruh Kim Jong-un dalam negosiasi nukliryang dimulai dengan Trump pada 2018. Hal itu membuatnya lebih sulit untuk mencapai keringanan sanksi yang dia inginkan sebagai imbalan untuk mengekang program senjata nuklirnya.

Dengan pemilihan presiden AS pada November yang akan datang, Kim Jong-un mungkin memainkan permainan menunggu, mengeluarkan bahan fisil dan rudal yang membuat rezimnya lebih menjadi ancaman bagi siapa pun yang menang.

Menteri Unifikasi Korea Selatan Lee In-young menyerukan untuk meningkatkan kelompok kerja dengan AS untuk membantu membuat kemajuan hubungan antar-Korea.Pemerintahan Trump telah menunjukkan sedikit minat dalam memberikan

keringanan sanksi untuk mengizinkan proyek ekonomi dari Korea Selatan dengan tetangganya.

Pengumuman pertemuan langka yang digelar Kim Jong-un itu muncul pada hari yang sama ketika AS dan Korea Selatan memulai serangkaian latihan militer bersama, yang diperkecil karena virus. Korea Utara sejauh ini belum mengeluarkan semburan retorika khasnya yang mengecam latihan bersama sebagai awal perang nuklir.

"Keengganan Korea Utara pada latihan sejauh ini sejalan dengan penurunan komentar Korea Utara dan pernyataan tentang kebijakan luar negeri tertulis besar sejak akhir tahun lalu," kata Lee, mantan analis AS. "Alasan utamanya adalah bahwa Korea Utara perlu fokus pada masalah domestik untuk saat ini."
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!