Akankah Bentrokan Tentara Mesir dan Israel di Perbatasan Rafah Memicu Perang?

Selasa, 28 Mei 2024 - 17:42 WIB
Pertikaian diplomatik yang semakin meningkat antara kedua negara semakin berkurang setelah Israel terus melakukan invasi darat ke Rafah meskipun ada permintaan dari Mesir, Amerika Serikat dan negara-negara lain untuk tidak menyerang kota perbatasan di mana sekitar 1,4 juta warga Palestina dari wilayah lain di Gaza berlindung.

Serangan Israel terhadap Rafah, yang dimulai awal bulan ini, memperburuk situasi yang sudah mengerikan di Gaza yang terkepung setelah penutupan Perlintasan Perbatasan Rafah di Sinai Utara.

Perlintasan Rafah dengan Mesir terletak di sepanjang koridor Salah Al-Din (Philadelphi), sebuah zona penyangga yang dikuasai Mesir.

Di samping persimpangan Karm Abu Salem (Kerem Shalom) dengan Israel, Rafah adalah jalur utama bagi bantuan kemanusiaan untuk memasuki Jalur Gaza, yang kini menghadapi tingkat kelaparan yang sangat besar menurut PBB.

Baca Juga: 3 Batalion Hamas Masih Bertahan di Kamp Pengungsi Jabalia

Memicu Serangan ke Kota Tenda di Rafah



Foto/AP

Penembakan pada hari Senin diyakini dipicu oleh serangan udara Israel terhadap kamp pengungsian "zona aman" pada larut malam pada hari sebelumnya, menewaskan sedikitnya 40 orang, beberapa dibakar hidup-hidup.

Beberapa rudal menghantam kamp pengungsi di barat laut Rafah, juga melukai banyak orang lainnya yang berlindung di tenda dekat gudang UNRWA.

Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina memperingatkan bahwa rumah sakit di wilayah tersebut sedang berjuang untuk menangani korban jiwa.

Namun Israel mengklaim serangan itu menewaskan dua pejabat Hamas dan mengatakan "insiden tersebut sedang ditinjau" setelah mengakui pihaknya "mengetahui laporan" mengenai korban sipil.

Insiden perbatasan serupa juga terjadi dalam beberapa bulan terakhir, termasuk yang terjadi pada bulan Juni tahun lalu, ketika seorang tentara Mesir berusia 23 tahun ditembak mati setelah ia menyeberang ke perbatasan dengan Israel dan membunuh tiga tentara Israel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!