Putin Tegaskan Zelensky Bukan Lagi Presiden Sah Ukraina
Sabtu, 25 Mei 2024 - 11:45 WIB
“Bagaimanapun juga, saya percaya bahwa baik presiden saat ini maupun presiden di masa depan tidak dapat menyelesaikan permasalahan besar yang dihadapi negara Ukraina dan rakyat Ukraina. Permasalahan ini tidak akan diselesaikan oleh presiden. Anda tahu siapa yang akan memutuskannya. Banyak hal sudah diputuskan di luar negeri, dan apa yang belum, akan diputuskan nanti,” ungkap Lukashenko.
Baca juga: Perintah Baru ICJ Buat Israel dan Para Pendukung Baratnya Hampir Tak Berkutik
Presiden Belarusia menambahkan ada banyak orang di Ukraina, baik di kalangan militer maupun warga sipil, yang ingin memimpin negaranya, dan “dengan cara baru, (baik) menuju perang atau melawan perang.”
Zelensky telah menolak pertanyaan tentang legitimasinya dari para pengkritiknya di Ukraina, dan dari 'mitra' Barat Kiev. "Masa jabatan lima tahun saya belum berakhir. Masa jabatan saya masih berlanjut karena darurat militer," tegas Zelensky kepada Reuters pada Selasa.
Ketua parlemen Ukraina Ruslan Stefanchuk pada Rabu memperingatkan Kiev akan menganggap siapa pun yang meragukan legitimasi Zelensky sebagai "musuh Ukraina" dan "pengumpan politik terbawah".
Putin menekankan pada konferensi pers hari Jumat bahwa Rusia tetap siap melanjutkan perundingan perdamaian dengan Ukraina, termasuk berdasarkan rancangan perjanjian yang ditandatangani selama perundingan di Belarusia dan Turki pada musim semi tahun 2022, namun dengan mempertimbangkan kenyataan yang ada di lapangan.
“Jika dan ketika perundingan tersebut dilanjutkan, kita harus benar-benar yakin bahwa kita sedang berhadapan dengan pihak berwenang yang sah. Pertanyaan ini harus dijawab di Ukraina sendiri. Pertama-tama, saya yakin, dari sudut pandang parlemen, Mahkamah Konstitusi, dan badan-badan pemerintah lainnya,” tegas Putin.
Baca juga: Perintah Baru ICJ Buat Israel dan Para Pendukung Baratnya Hampir Tak Berkutik
Presiden Belarusia menambahkan ada banyak orang di Ukraina, baik di kalangan militer maupun warga sipil, yang ingin memimpin negaranya, dan “dengan cara baru, (baik) menuju perang atau melawan perang.”
Zelensky telah menolak pertanyaan tentang legitimasinya dari para pengkritiknya di Ukraina, dan dari 'mitra' Barat Kiev. "Masa jabatan lima tahun saya belum berakhir. Masa jabatan saya masih berlanjut karena darurat militer," tegas Zelensky kepada Reuters pada Selasa.
Ketua parlemen Ukraina Ruslan Stefanchuk pada Rabu memperingatkan Kiev akan menganggap siapa pun yang meragukan legitimasi Zelensky sebagai "musuh Ukraina" dan "pengumpan politik terbawah".
Putin menekankan pada konferensi pers hari Jumat bahwa Rusia tetap siap melanjutkan perundingan perdamaian dengan Ukraina, termasuk berdasarkan rancangan perjanjian yang ditandatangani selama perundingan di Belarusia dan Turki pada musim semi tahun 2022, namun dengan mempertimbangkan kenyataan yang ada di lapangan.
“Jika dan ketika perundingan tersebut dilanjutkan, kita harus benar-benar yakin bahwa kita sedang berhadapan dengan pihak berwenang yang sah. Pertanyaan ini harus dijawab di Ukraina sendiri. Pertama-tama, saya yakin, dari sudut pandang parlemen, Mahkamah Konstitusi, dan badan-badan pemerintah lainnya,” tegas Putin.
Lihat Juga :