Putin Tegaskan Zelensky Bukan Lagi Presiden Sah Ukraina
Sabtu, 25 Mei 2024 - 11:45 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenesky. Foto/REUTERS
MOSKOW - Masa jabatan Volodymyr Zelenesky yang diamanatkan konstitusi sebagai presiden Ukraina berakhir pada 21 Mei.
Zelenesky membatalkan pemilu yang direncanakan pada Maret atau April pada November lalu, dengan alasan "sama sekali tidak bertanggung jawab" untuk membahas hal-hal tersebut di tengah konflik yang sedang berlangsung dengan Rusia.
Legitimasi Presiden Zelensky telah habis masa berlakunya, dan Rusia akan mengambil tindakan berdasarkan fakta ini, menurut Presiden Rusia Vladimir Putin.
“Tentu saja, kami sadar bahwa legitimasi kepala negara (Ukraina) saat ini telah berakhir,” tegas Putin pada konferensi pers di Minsk pada Jumat (24/5/2024) setelah pembicaraan dengan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko.
Putin merekomendasikan siapa pun yang mencari jawaban mengenai status hukum Zelensky untuk melihat Konstitusi Ukraina yang tidak mengizinkan perpanjangan masa jabatan presiden secara artifisial dengan dalih darurat militer.
Lukashenko menggemakan penilaian Putin, dengan mengatakan "tidak ada integritas hukum, dan tidak ada integritas hukum apa pun" dalam pertanyaan ini.
Zelenesky membatalkan pemilu yang direncanakan pada Maret atau April pada November lalu, dengan alasan "sama sekali tidak bertanggung jawab" untuk membahas hal-hal tersebut di tengah konflik yang sedang berlangsung dengan Rusia.
Legitimasi Presiden Zelensky telah habis masa berlakunya, dan Rusia akan mengambil tindakan berdasarkan fakta ini, menurut Presiden Rusia Vladimir Putin.
“Tentu saja, kami sadar bahwa legitimasi kepala negara (Ukraina) saat ini telah berakhir,” tegas Putin pada konferensi pers di Minsk pada Jumat (24/5/2024) setelah pembicaraan dengan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko.
Putin merekomendasikan siapa pun yang mencari jawaban mengenai status hukum Zelensky untuk melihat Konstitusi Ukraina yang tidak mengizinkan perpanjangan masa jabatan presiden secara artifisial dengan dalih darurat militer.
Lukashenko menggemakan penilaian Putin, dengan mengatakan "tidak ada integritas hukum, dan tidak ada integritas hukum apa pun" dalam pertanyaan ini.
Lihat Juga :