Ibu Kota Polandia Larang Salib dan Simbol Agama Lain Dipajang di Balai Kota
Minggu, 19 Mei 2024 - 13:20 WIB
“Warsawa adalah kota pertama di Polandia yang mengadopsi dokumen semacam itu,” kata juru bicara Balai Kota Warsawa Monika Beuth.
Beberapa politisi dan kelompok agama berpendapat bahwa peraturan semacam itu tidak sesuai di negara yang mayoritas penduduknya beragama Katolik.
“Saya pikir keputusan ini tidak diperlukan,” kata Szymon Holownia, ketua Parlemen Polandia, seperti dikutip Russia Today, Minggu (19/5/2024).
“Saya menemukan banyak salib di dinding Sejm. Meskipun saya pribadi tidak akan menggantungkan salib di kantor-kantor publik, saya rasa saat ini di Polandia kita tidak memerlukan perang mengenai apakah salib harus diturunkan dari tembok.”
Anggota Parlemen konservatif Sebastian Kaleta berjanji akan meminta kantor kejaksaan memeriksa apakah kebijakan ibu kota tersebut melanggar undang-undang, sementara kelompok aktivis Katolik Ordo Iuris mendesak masyarakat untuk mengirimkan pengaduan ke balai kota.
Wali Kota Warsawa Rafal Trzaskowski membela peraturan baru tersebut dan mengecam “kehebohan di media”. Dia menjelaskan bahwa pedoman tersebut dibuat untuk memastikan lingkungan yang inklusif dan menjunjung tinggi sekularisme Polandia.
Beberapa politisi dan kelompok agama berpendapat bahwa peraturan semacam itu tidak sesuai di negara yang mayoritas penduduknya beragama Katolik.
“Saya pikir keputusan ini tidak diperlukan,” kata Szymon Holownia, ketua Parlemen Polandia, seperti dikutip Russia Today, Minggu (19/5/2024).
“Saya menemukan banyak salib di dinding Sejm. Meskipun saya pribadi tidak akan menggantungkan salib di kantor-kantor publik, saya rasa saat ini di Polandia kita tidak memerlukan perang mengenai apakah salib harus diturunkan dari tembok.”
Anggota Parlemen konservatif Sebastian Kaleta berjanji akan meminta kantor kejaksaan memeriksa apakah kebijakan ibu kota tersebut melanggar undang-undang, sementara kelompok aktivis Katolik Ordo Iuris mendesak masyarakat untuk mengirimkan pengaduan ke balai kota.
Wali Kota Warsawa Rafal Trzaskowski membela peraturan baru tersebut dan mengecam “kehebohan di media”. Dia menjelaskan bahwa pedoman tersebut dibuat untuk memastikan lingkungan yang inklusif dan menjunjung tinggi sekularisme Polandia.
Lihat Juga :