Netanyahu Akui Israel Gagal Cari Alternatif Selain Hamas di Gaza
Kamis, 16 Mei 2024 - 22:02 WIB
Lebih lanjut, dia memperbarui penolakan pemerintahnya terhadap resolusi PBB yang dikeluarkan pekan lalu mengenai pengakuan negara Palestina.
“Kami tidak akan menghargai pembantaian mengerikan pada tanggal 7 Oktober, yang didukung 80% warga Palestina, baik di Gaza maupun di (Tepi Barat). Kami tidak akan membiarkan mereka mendirikan negara teroris sehingga mereka dapat menyerang kami dengan sekuat tenaga. Tidak ada yang akan menghalangi kami, menghalangi Israel, untuk mewujudkan hak dasar kami untuk membela diri, baik Majelis Umum PBB atau badan lainnya,” ujar Netanyahu seakan-akan Israel tidak melakukan genosida di Jalur Gaza.
Baca juga: Hamas: Sandera Tak akan Terlihat sampai Israel Penuhi Tuntutan Kami
Dia menambahkan, pasukan kolonial Israel bertempur di Rafah, lingkungan Zaytoun dan Jabaliya, mengklaim operasi tersebut dilakukan setelah evakuasi warga sipil Palestina.
Pemimpin Israel itu menanggapi kritik Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken tentang perilaku Israel dalam perang melawan Palestina di Gaza.
Blinken menekankan taktik Israel menyebabkan “hilangnya nyawa warga sipil tak berdosa secara mengerikan” namun “gagal menetralisir para pemimpin dan pejuang Hamas dan dapat mendorong pemberontakan yang berkepanjangan.” Dia mengatakan Israel harus “keluar dari Gaza.”
“Kami tidak akan menghargai pembantaian mengerikan pada tanggal 7 Oktober, yang didukung 80% warga Palestina, baik di Gaza maupun di (Tepi Barat). Kami tidak akan membiarkan mereka mendirikan negara teroris sehingga mereka dapat menyerang kami dengan sekuat tenaga. Tidak ada yang akan menghalangi kami, menghalangi Israel, untuk mewujudkan hak dasar kami untuk membela diri, baik Majelis Umum PBB atau badan lainnya,” ujar Netanyahu seakan-akan Israel tidak melakukan genosida di Jalur Gaza.
Baca juga: Hamas: Sandera Tak akan Terlihat sampai Israel Penuhi Tuntutan Kami
Dia menambahkan, pasukan kolonial Israel bertempur di Rafah, lingkungan Zaytoun dan Jabaliya, mengklaim operasi tersebut dilakukan setelah evakuasi warga sipil Palestina.
Pemimpin Israel itu menanggapi kritik Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken tentang perilaku Israel dalam perang melawan Palestina di Gaza.
Blinken menekankan taktik Israel menyebabkan “hilangnya nyawa warga sipil tak berdosa secara mengerikan” namun “gagal menetralisir para pemimpin dan pejuang Hamas dan dapat mendorong pemberontakan yang berkepanjangan.” Dia mengatakan Israel harus “keluar dari Gaza.”
Lihat Juga :