Emir Kuwait Bubarkan Parlemen, Alasannya Demi Wujudkan Pemerintahan Bersih

Minggu, 12 Mei 2024 - 16:35 WIB
Pemilu pada bulan April adalah pemilu pertama yang diadakan di bawah kepemimpinan Syekh Mishal, yang berkuasa pada bulan Desember lalu setelah kematian saudara tirinya dan pendahulunya, Syeikh Nawaf al-Ahmad al-Jaber al-Sabah.

Perselisihan yang berulang antara Majelis Nasional dan kabinet telah memicu pembubaran parlemen, membatasi investasi dan reformasi yang bertujuan mengurangi ketergantungan negara pada pendapatan minyak.

Parlemen akan bertemu untuk pertama kalinya pada hari Senin, namun beberapa politisi menolak untuk berpartisipasi dalam pemerintahan.

Emir mengatakan kegagalan membentuk pemerintahan adalah akibat dari “perintah dan ketentuan beberapa” legislator.

“Kuwait telah melalui masa-masa sulit akhir-akhir ini… sehingga tidak ada ruang untuk keraguan atau penundaan dalam mengambil keputusan sulit untuk menyelamatkan negara dan mengamankan kepentingan tertingginya,” kata Sheikh Mishal.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!