Mengapa Israel Akan Menyerahkan Pos Penyeberangan Rafah kepada Tentara Bayaran AS?

Kamis, 09 Mei 2024 - 15:15 WIB
Foto/AP

Israel, Amerika Serikat dan Mesir telah menyetujui hal ini, surat kabar Israel Haaretz melaporkan, meskipun tidak jelas perusahaan mana yang akan terlibat.

Israel telah berjanji tidak akan merusak fasilitas penyeberangan perbatasan untuk memastikan kelanjutan operasinya.

Israel juga dilaporkan telah meyakinkan Amerika Serikat dan Mesir bahwa mereka akan membatasi operasi di Rafah, dengan mengatakan bahwa satu-satunya tujuan mereka adalah untuk memastikan bahwa Hamas tidak lagi memiliki kendali atas penyeberangan perbatasan.

Israel mengatakan hal ini akan menjadi kemunduran besar bagi Hamas, yang tidak lagi dapat memungut pajak atas barang-barang yang masuk.

Baca Juga: Mengapa OKI Belum Mampu Menyelesaikan Konflik antara Israel dan Palestina?

3. Memberikan Kesempatan Internasional



Foto/AP

Tentara Israel menyita dan menutup perbatasan Rafah antara Gaza dan Mesir, yang telah menjadi pintu masuk utama bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza sejak Oktober.

Israel juga telah melakukan serangan udara di Rafah timur setelah mengeluarkan perintah kepada sekitar 100.000 warga Palestina untuk meninggalkan wilayah tersebut pada hari Senin.

Sekitar 1,4 juta warga Palestina yang terpaksa mengungsi saat ini mencari perlindungan di kota tersebut. Israel sering mengancam akan menyerbu Rafah dalam beberapa pekan terakhir di tengah peringatan akan konsekuensi yang mengerikan bagi penduduk sipil
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!