Tentara Israel Dijebak Hamas di Gaza Utara, Dihujani Mortir dan Roket
Sabtu, 04 Mei 2024 - 18:30 WIB
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken telah memperingatkan Israel – sekali lagi – untuk tidak melancarkan serangan darat ke kota Rafah di mana sekitar 1,5 juta orang kini berdesakan setelah melarikan diri dari serangan Israel di seluruh wilayah lain di Jalur Gaza.
Blinken mengatakan Israel belum menyampaikan rencana untuk melindungi warga sipil selama operasi darat yang dijanjikan terhadap kota di Gaza selatan.
“Jika tidak ada rencana seperti itu, kami tidak dapat mendukung operasi militer besar-besaran di Rafah karena kerusakan yang ditimbulkannya melebihi apa yang dapat diterima,” kata Blinken kepada Forum Sedona McCain Institute di Arizona pada hari Jumat, kantor berita AFP melaporkan.
Meskipun ada kekhawatiran internasional mengenai jatuhnya korban sipil, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah berjanji untuk mengirim pasukan Israel untuk menyerang Rafah guna membasmi pejuang Hamas.
Blinken mengatakan Israel belum menyampaikan rencana untuk melindungi warga sipil selama operasi darat yang dijanjikan terhadap kota di Gaza selatan.
“Jika tidak ada rencana seperti itu, kami tidak dapat mendukung operasi militer besar-besaran di Rafah karena kerusakan yang ditimbulkannya melebihi apa yang dapat diterima,” kata Blinken kepada Forum Sedona McCain Institute di Arizona pada hari Jumat, kantor berita AFP melaporkan.
Meskipun ada kekhawatiran internasional mengenai jatuhnya korban sipil, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah berjanji untuk mengirim pasukan Israel untuk menyerang Rafah guna membasmi pejuang Hamas.
(ahm)
Lihat Juga :