Wanita Arab Saudi Ini Dipenjara 11 Tahun karena Pakaian dan Postingan Media Sosial

Kamis, 02 Mei 2024 - 07:33 WIB
Penguasa de facto Saudi, Putra Mahkota Mohammed Bin Salman, mulai berkuasa pada tahun 2017 dengan menjanjikan reformasi sosial dan ekonomi secara menyeluruh, dan dia melonggarkan beberapa pembatasan dalam undang-undang perwalian laki-laki.

Sejak saat itu, perempuan Arab Saudi sudah bisa mengendarai mobil, mendapatkan paspor dan bepergian sendiri, mencatat kelahiran dan kematian, serta perceraian. Namun, undang-undang masih mempersulit perempuan untuk mendapatkan perceraian dibandingkan laki-laki.

Kerajaan Arab Saudi masih menghadapi pengawasan ketat atas catatan HAM-nya, termasuk undang-undang status pribadi tahun 2022 yang mengatur banyak aspek perwalian laki-laki, yang mencakup hak asuh laki-laki atas anak-anak dan izin bagi perempuan untuk menikah.

Beberapa ketentuan dapat memfasilitasi kekerasan dalam rumah tangga, menurut Amnesty.

Arab Saudi melonggarkan aturan berpakaian bagi perempuan asing pada tahun 2019, namun aktivis hak asasi manusia mengatakan bahwa perempuan Saudi terus menghadapi pembatasan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!